Pasar Emas Terdampak Gangguan Hubungan Diplomatik
JAKARTA, investor.id - Putusnya hubungan diplomatik berdampak luas pada aktivitas perdagangan negara terkait, tak terkecuali ekspor emas. Salah satu dialami oleh Sudan, yang mencatat penurunan ekspor emas yang signifikan ke Uni Emirat Arab (UEA) pada 2025 lalu
Dikutip dari Mining.com, Senin (6/4/2026) penurunan ekspor emas terjadi setelah pemerintah yang didukung militer Sudan mengakhiri hubungan dengan UEA.
Sudan mengirimkan sekitar 8,2 metrik ton emas ke UEA pada 2025, turun dari 22,2 ton pada tahun sebelumnya, menurut data yang dibagikan kepada Bloomberg oleh bank sentral Sudan.
Akibatnya, proporsi total pengiriman emas Sudan ke UEA turun menjadi 56% dari 99% selama periode yang sama.
Dilaporkan, otoritas Sudan secara resmi memutuskan hubungan dengan UEA pada Mei 2025, setelah menuduh negara tersebut mendukung Pasukan Dukungan Cepat (Rapid Support Forces/RAF), kelompok paramiliter yang berperang melawan militer Sudan.
UEA secara konsisten membantah tuduhan tersebut, dengan mengatakan bahwa mereka tidak mendukung pihak mana pun.
Ekspor emas batangan Sudan kemudian beralih ke negara lain, termasuk ke Mesir, yang menerima 4,9 ton emas senilai US$ 517 juta di 2025. Pengiriman ekspor emas Sudan ke Oman juga meningkat dua kali lipat menjadi 0,7 ton atau senilai US$ 77 juta.
Qatar juga menerima lebih dari dua kali lipat emas dari Sudan di 2025, sebesar 382 kilogram senilai US$ 41 juta.
Adapun Ethiopia yang sebelumnya tidak mengimpor emas sama sekali dari Sudan, kini mengimpor 294 kilogram emas senilai US$ 31 juta.
Sudan secara resmi mengirimkan total 14,7 ton tahun lalu, dibandingkan dengan 22,9 ton pada tahun 2024, meskipun harga yang lebih tinggi berarti total pendapatan ekspor untuk kedua tahun tersebut hampir sama.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






