Minggu, 21 Juni 2026

Koreksi Harga Emas Tidak Terhindarkan, Begini Penjelasan Pakar

Penulis : Natasha Khairunisa
7 Apr 2026 | 10:54 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi emas batangan. (Foto: AP/ Jae C. Hong)
Ilustrasi emas batangan. (Foto: AP/ Jae C. Hong)

JAKARTA, investor.id - Setelah mengalami penurunan bulanan terbesar sejak awal tahun 1980-an, harga emas memasuki momen baru dengan penguatan ke level $4.600 per troy ons.

Namun, kalangan pakar memprediksi tren penurunan harga emas belum berakhir.

Dikutip dari Kitco News, Selasa (7/4/2026), analis teknikal veteran dan pendiri ElliottWaveTrader, Avi Gilburt mengungkapkan bahwa ia melihat dua jalur teknikal berbeda pada harga emas.

ADVERTISEMENT

Gilburt memproyeksi harga emas masih bisa terkoreksi hingga ke level di bawah US$ 4.000 atau menuju US$ 3.800 per troy ons.

Target Gilburt mewakili penurunan 20% dari harga emas di level US$ 4.775 per troy ons.

Gilburt mengatakan, ia mengamati dengan cermat pergerakan harga emas saat ini, karena pergerakan pertama akan membuat harga logam mulia mencapai resistensi di dekat level saat ini sebelum akhirnya kembali menurun. Namun, ia menambahkan bahwa jalur kedua lebih berbahaya.

Dia menyebut, jika harga emas kembali menembus level resistensi di US$ 4.800 per troy ons, yang kemudian berlanjut ke US$ 5.200 per troy ons, maka tren penurunan tidak dapat dihindari.

“Jalur ini lebih menyesatkan, karena harga yang tinggi akan meyakinkan semua orang bahwa koreksi telah berakhir, tetapi sebenarnya baru saja dimulai,” ucapnya.

Pada perdagangan Senin (6/4/2026), harga emas dunia kembali menurun seiring pelaku pasar menanti perkembangan terbaru konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran menjelang tenggat pembukaan kembali Selat Hormuz.

Harga emas spot ditutup turun 0,55% ke level US$ 4.650,56 per troy ons. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS justru ditutup melemah tipis 0,07% ke posisi US$ 4.676,2 per troy ons.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 46 detik yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 32 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia