Aksi Tarik Emas Berujung Cuan
JAKARTA, investor.id - Bank Sentral Prancis mengambil langkah strategis dalam penarikan cadangan emas di luar negeri.
Dikutip dari Kitco News, Selasa (7/4/2026) Bank Sentral Prancis, atau yang dikenal sebagai Banque de France (BdF) melakukan penjualan cadangan emasnya yang disimpan di New York, AS, lalu kembali melakukan pembelian di Eropa.
Metode tersebut menghasilkan keuntungan senilai 8,1 miliar euro atau sekitar Rp 156,6 triliun.
Langkah tersebut dinilai menjadi strategi pintar Bank Sentral Prancis karena tidak menimbulkan gesekan pada hubungan diplomatik dengan AS, sekaligus tidak mengeluarkan biaya transportasi dan keamanan untuk memindahkan cadangan emasnya.
"Pada tahun 2025 dan awal 2026, sementara volume cadangan emas tetap tidak berubah, Banque de France harus menyesuaikan sebagian sisanya (5%) dengan pedoman teknis, yang menghasilkan keuntungan dana yang signifikan. Pendapatan valuta asing luar biasa ini berjumlah 11 miliar euro untuk tahun 2025," ungkap BdF dalam keterangannya.
“Ekuitas bersih Banque de France mencakup cadangan revaluasi emas negara dan cadangan devisa (RRRODE) sebesar 11,4 miliar euro, untuk menutupi pengeluaran moneter di masa mendatang," bebernya.
Dalam keterangannya kepada wartawan, Gubernur BdF Francois Villeroy de Galhau memastikan tidak ada unsur politik dalam keputusan bank sentral untuk mempertahankan cadangan emasnya di Paris.
Total cadangan emas batangan Prancis saat ini tetap tidak berubah sekitar 2.437 ton setelah transaksi tersebut.
Seluruh cadangan emas negara itu kini disimpan di brankas bawah tanah BdF di La Souterraine, Prancis.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






