Minggu, 21 Juni 2026

Aksi Timbun Emas Berlanjut

Penulis : Natasha Khairunisa
9 Mar 2026 | 05:40 WIB
BAGIKAN
Emas batangan. (Foto: ANTARA/AAPIMAGE via Reuters Connect/DAN HIMBRECHTS/pri)
Emas batangan. (Foto: ANTARA/AAPIMAGE via Reuters Connect/DAN HIMBRECHTS/pri)

JAKARTA, investor.id - Aksi borong emas oleh bank sentral terus berlanjut, meski harga emas terus melonjak seiring meningkatnya sentimen terkait konflik yang memanas di Timur Tengah.

Dikutip dari Mining.com, Senin (9/3/2026), bank sentral China, People's Bank of China (PBOC) dikabarkan melanjutkan peningkatan cadangan emasnya. 

Ini menandai pembelian emas selama 16 bulan berturut-turut oleh PBOC, dengan total kepemilikan mencapai 74,22 juta troy ons emas murni pada akhir Februari 2026. 

ADVERTISEMENT

Jumlah tersebut lebih besar dari pembelian 74,19 juta troy ons oleh PBOC pada bulan sebelumnya.

Nilai cadangan emas China kini mencapai US$ 387,59 miliar pada akhir Februari 2026, naik dari US$ 369,58 miliar pada bulan sebelumnya, menurut data dari PBOC yang dirilis pada hari Sabtu.

Tak hanya China, Bank Sentral Uzbekistan juga membeli 9 ton emas pada bulan Januari, melanjutkan tren pembeliannya sejak Oktober 2025.

World Gold Council (WGC) mencatat bahwa pembelian bersih emas oleh bank-bank sentral mencapai 5 ton pada Januari 2026.

Kemudian ada Bank Negara Malaysia yang membeli 3 ton emas pada Januari 2026. Aksi beli tersebut menandai peningkatan pertama pada cadangan emas Malaysia sejak tahun 2018. Bank sentral tersebut meningkatkan cadangan emasnya menjadi 42 ton, atau 5% dari total cadangannya pada akhir Januari 2026.

Bank sentral lain yang membeli emas pada bulan Januari termasuk Republik Ceko dan Indonesia masing-masing sebesar 2 ton, sementara Tiongkok dan Serbia masing-masing membeli 1 ton. 

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 9 menit yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 37 menit yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 6 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 7 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 7 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia