Harga Bitcoin (BTC) Rontok Parah, Ketegangan AS dan Iran Picu Aksi Jual
JAKARTA, investor.id – Pasar kripto ambles pada Senin (13/4/2026) pagi. Bahkan, harga Bitcoin (BTC) rontok parah, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Berdasarkan data CoinMarketCap pukul 06.15 WIB, kapitalisasi pasar kripto global anjlok 3% menjadi US$ 2,41 triliun. Harga Bitcoin (BTC) hari ini jatuh 3,34% ke US$ 70.636 per koin atau sekitar Rp 1,2 miliar (kurs Rp 17.089).
Indeks CoinDesk 20 yang mencerminkan pergerakan 20 aset kripto terbesar ambrol 3,09%. Dengan Ethereum ambruk 4,18% ke US$ 2.188, Binance (BNB) terkoreksi 2,56% ke US$ 592, Dogecoin (DOGE) melemah 2,59% ke US$ 0,09, Solana (SOL) terpangkas 3,9% ke US$ 81,5, dan XRP turun 2,24% ke US$ 1,32.
Dikutip dari CoinTelegraph, penurunan harga bitcoin (BTC) ini terjadi setelah perundingan untuk mengakhiri konflik kedua negara yang berlangsung di Islamabad, Pakistan, berakhir tanpa kesepakatan. Data dari TradingView menunjukkan harga Bitcoin melemah sekitar 3% menjelang penutupan perdagangan mingguan.
Kegagalan negosiasi dipicu oleh perbedaan tajam terkait isu nuklir, yang membuat kedua delegasi meninggalkan meja perundingan tanpa hasil. Situasi semakin memanas setelah Presiden AS, Donald Trump, menyatakan akan memblokade Selat Hormuz dan menghentikan kapal-kapal yang membayar Iran untuk melintas.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital distribusi minyak dunia. Ketegangan di kawasan ini langsung memicu kekhawatiran pasar terhadap lonjakan harga energi dan dampaknya terhadap ekonomi global.
Analis dari The Kobeissi Letter menilai, eskalasi konflik berpotensi membawa ekonomi global ke fase baru yang lebih berisiko.
Menurut mereka, jika perang berlanjut dan Selat Hormuz tetap tertutup, inflasi AS bisa melonjak hingga di atas 4%. Saat ini, inflasi berdasarkan indikator Consumer Price Index (CPI) telah naik dari 2,4% menjadi 3,3%. “Jika konflik terus meningkat, maka aset berisiko akan semakin tertekan,” tulis Kobeissi dalam analisis terbarunya.
Volatilitas Pasar Tinggi
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






