Manuver Grup Lippo
JAKARTA, investor.id - PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) mengumumkan soal Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue.
Matahari Putra Prima (MPPA) akan menerbitkan 23,99 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 50 per saham, sehingga perseroan berpotensi meraup dana hingga Rp 1,2 triliun.
Selain itu, perseroan juga telah menetapkan rasio pembagian HMETD di mana 114 saham lama akan memperoleh 211 HMETD yang dapat dikonversi menjadi saham baru.
PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) merupakan perseroan yang mengoperasikan Hypermart dan Foodmart, yang dimiliki oleh Grup Lippo melalui anak usahanya, PT Multipolar Tbk (MLPL).
MLPL saat ini menguasai 50,14% saham MPPA. Adapun MLPL akan memperoleh 12,03 miliar HMETD atau setara Rp 601,6 miliar.
Selain itu, MLPL juga akan bertindak sebagai pembeli siaga untuk membeli sebagian sisa saham yang tidak diambil oleh pemegang HMETD sebanyak-banyaknya Rp 378,3 miliar.
Baca Juga:
RMKO Siap Gelar Rights IssueHMETD mulai bisa diperdagangkan pada 19-25 Juni 2026. Pencatatan saham baru hasil pelaksanaan HMETD akan dilakukan di BEI pada 19 Juni 2026.
Penggunaan Dana
Dana hasil rights issue tersebut rencananya sekitar 65,35% akan digunakan oleh perseroan untuk belanja modal (capital expenditure).
Dengan rincian, sekitar 45,06% untuk pembelian bangunan yang berlokasi di Mall City of Tomorrow, yang dimiliki oleh pihak afiliasi yaitu PT Citra Cito Perkasa (CCP).
Sekitar 17,24% untuk pembelian tanah seluas 6.704 m² dan bangunan dengan luas 15.848 m² yang berlokasi di Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur yang dimiliki oleh pihak afiliasi yaitu PT Panca Megah Utama (PMU).
Sekitar 15,64% untuk pembelian tanah seluas 8.001 m² dan bangunan gedung seluas 26.657 m² yang berlokasi di Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat yang dimiliki oleh pihak afiliasi yaitu PT Surya Asri Lestari (SAL).
Sekitar 8,72% untuk pembelian tanah seluas 1.658 m² dan bangunan seluas 5.382 m² yang berlokasi di Jalan Malioboro Kota Yogyakarta, yang dimiliki oleh pihak afiliasi yaitu PT Nusa Malioboro Indah (NMI).
Sekitar 6,35% untuk pembelian tanah seluas 2.056 m² dan bangunan gedung seluas 1.659 m² yang berlokasi di Bogor Tengah, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat yang dimiliki oleh pihak afiliasi yaitu SAL.
Sisanya akan digunakan sebagai modal kerja (operational expenditure) dalam rangka mendukung pertumbuhan modal kerja serta pengembangan kegiatan usaha inti perseroan antara lain termasuk peningkatan kualitas persediaan melalui pembelian barang dagangan dari para pemasok.
Editor: Erta Darwati
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






