Harga Emas Melonjak 2% di Tengah Kabut Geopolitik yang Mencair
JAKARTA, investor.id – Harga emas dunia melonjak 2% perdagangan Selasa (14/4/2026). Penguatan itu didorong pelemahan dolar Amerika Serikat (AS), serta meningkatnya harapan perundingan antara AS dan Iran dapat kembali dilanjutkan.
Dikutip dari CNBC internasional, sentimen tersebut meredakan kekhawatiran inflasi dan memperkuat daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.
Harga emas spot tercatat ditutup melejit 2,14% menjadi US$ 4.841,85 per ons troi. Sementara emas berjangka melesat 2,03% ke level US$ 4.864,3 per ons troi.
Dari sisi geopolitik, tim negosiator AS dan Iran disebut berpeluang kembali bertemu di Islamabad pekan ini untuk melanjutkan pembahasan penghentian konflik. Informasi ini disampaikan sejumlah sumber kepada Reuters, setelah negosiasi akhir pekan lalu gagal dan Washington menjatuhkan blokade terhadap pelabuhan Iran.
“Pergerakan pasar emas akan sangat bergantung pada hasil pembicaraan di Pakistan dan sejauh mana kemajuan yang dicapai menjelang akhir pekan. Jika muncul kabar positif, harga logam mulia berpotensi terus naik,” ujar Senior Market Strategist RJO Futures Bob Haberkorn.
Haberkorn menambahkan, kombinasi pelemahan dolar dan turunnya harga minyak turut menjadi faktor pendukung kenaikan emas. Menurutnya, ketika konflik memanas, pasar sempat terjadi aksi ‘flight to cash’ di tengah kekhawatiran terhadap pasokan energi.
Dolar AS terpantau melemah pada perdagangan Selasa, sementara harga minyak ikut terkoreksi. Pelemahan dolar membuat emas yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih murah bagi investor global.
Data Ekonomi AS
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






