Minggu, 21 Juni 2026

Harga Bitcoin (BTC) Naik ke Level Psikologis, tapi Momentum Masih Tertahan

Penulis : Indah Handayani
17 Apr 2026 | 06:50 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Bitcoin (BTC).
Ilustrasi Bitcoin (BTC).

Sejak Senin, posisi bearish Bitcoin telah mengalami likuidasi paksa sebesar US$ 365 juta, yang secara alami mengurangi jaminan (collateral) pada posisi short. Dalam situasi ini, trader kemungkinan memilih bertahan dibanding menambah margin, dengan harapan funding rate akan menyesuaikan dengan sendirinya.

Dengan demikian, funding rate negatif lebih mencerminkan kerugian pelaku bearish, bukan keyakinan pasar yang kuat.

Pergerakan intraday Bitcoin dalam beberapa pekan terakhir juga cenderung sejalan dengan indeks S&P 500. Meski pasar saham AS mencetak rekor tertinggi pada Kamis, Bitcoin masih jauh dari puncaknya di level US$ 126.200.

ADVERTISEMENT

Kegagalan berulang untuk menembus kembali level US$ 76.000 menjadi salah satu faktor yang menahan minat di pasar derivatif BTC. Meski demikian, data ekonomi terbaru AS justru memberikan dukungan bagi aset berisiko, termasuk Bitcoin.

Produksi industri AS tercatat turun 0,5% pada Maret dibanding bulan sebelumnya, menurut data The Fed. Penurunan terbesar terjadi pada sektor barang tahan lama, terutama otomotif yang turun 2,8%. Sementara itu, klaim pengangguran berkelanjutan meningkat 31.000 menjadi 1,818 juta pada pekan yang berakhir 4 April.

Menariknya, kondisi ini justru mendorong penguatan pasar saham, karena meningkatkan ekspektasi adanya stimulus tambahan dari pemerintah. Di sisi lain, tekanan inflasi, yang juga dipicu kenaikan harga minyak, membuat investasi berbasis pendapatan tetap (fixed income) menjadi kurang menarik.

Dari sisi pasar opsi, tidak terlihat adanya lonjakan permintaan perlindungan terhadap penurunan harga Bitcoin. Premi opsi jual (put) di platform Deribit justru tertinggal dibandingkan opsi beli (call) dalam sepekan terakhir.

Selain itu, aliran dana masuk sebesar US$ 921 juta ke ETF spot Bitcoin di AS dalam lima hari terakhir, serta aksi akumulasi oleh perusahaan Strategy (MSTR), turut memperkuat kepercayaan investor.

Secara keseluruhan, funding rate negatif Bitcoin saat ini belum menjadi sinyal bahaya, terutama karena permintaan dari investor institusi di pasar spot masih tetap kuat.


 

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 1 menit yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 29 menit yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 6 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 7 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 7 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia