Minggu, 21 Juni 2026

Kenaikan Harga Emas Bisa Sampai ke Titik Ini

Penulis : Natasha Khairunisa
19 Apr 2026 | 15:03 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi emas batangan. (Foto: Antam)
Ilustrasi emas batangan. (Foto: Antam)

JAKARTA, investor.id - Harga emas diprediksi bergerak menguat hingga menembus level US$ 5.100 per troy ons pekan depan. 

Pengamat pasar komoditas, Ibrahim Assuaibi memprediksi harga emas dapat mengawali penguatan di resisten pertama sekitar US$ 4.900 per troy ons.

"Kalau harga emas dunia naik, resistenya pertama itu di US$ 4.945 per troy ons. Kemudian apabila kembali naik, harga emas bisa melewati US$ 5.000 hingga mencapai US$ 5.152 per troy ons," kata Ibrahim dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (19/4/2026).

ADVERTISEMENT

Namun, Ibrahim juga tidak mengesampingkan kemungkinan terjadinya koreksi lebih lanjut pada harga emas dunia.

"Kalau seandainya terjadi koreksi, support pertama harga emas bisa berdiri di US$ 4.703 (per troy ons). Kemudian kalau seandainya turun lagi, support kedua harga emas di US$ 4.441 (per troy ons)," ungkapnya.

Menurut Ibrahim, ada beberapa faktor yang mempengaruhi pergerakan harga emas, yaitu ketegangan geopolitik yang belum mereda, fokus pasar terhadap dinamika pergantian kepemimpinan di bank sentral Amerika Serikat, serta perang dagang. 

"(Sentimen geopolitik ada dua, yaitu di Timur Tengah dan Eropa Timur. Di Eropa Timur, Ukraina melakukan penyerangan terhadap kilang-kilang minyak Rusia yang membuat ketegangan semakin tinggi. Kemudian di Timur Tengah, dilakukan genjata senjata selama 10 hari antara Lebanon dan Israel," Ibrahim menyoroti. 

Namun, risiko gagalnya gencatan senjata tersebut dinilai berpeluang mengubah arah harga emas ke depan. Harga emas, Ibrahim membeberkan, juga akan dipengaruhi oleh peluang diberlakukannya kebijakan tarif dagang baru AS.

"Ketidaksukaan Trump terhadap Powell di masa jabatannya yang berakhir pada bulan April berdampak positif terhadap kenaikan harga emas," ucap Ibrahim.

"Kemudian tentang masalah perang dagang, kita melihat bahwa Menteri Perdagangan AS mengatakan di bulan Juli, April, May, di bulan Juli kemungkinan besar (tarif dagang baru) akan kembali diterapkan," tambahnya.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 31 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 8 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia