Ramalan Saham BMRI Usai Rilis Kinerja: Harga Bisa Naik Tinggi
JAKARTA, investor.id – PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) membukukan laba bersih yang sedikit di atas ekspektasi pada kuartal I-2026. Muncul ramalan untuk saham BMRI dengan potensi kenaikan harga yang tinggi.
Bank Mandiri mencetak laba bersih Rp 15,4 triliun pada kuartal I-2026 atau turun 17% qoq dari basis yang tinggi pada kuartal IV-2025, namun naik 17% yoy.
Baca Juga:
Asing Hantam Saham BBRI Bertubi-tubi“Perolehan itu mencapai 27% dari estimasi kami dan konsensus tahun ini, atau sedikit di atas ekspektasi,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Victor Stefano dan Naura Reyhan Muchlis dalam risetnya, Rabu (22/4/2026).
Kinerja emiten berkode saham BMRI tersebut ditopang oleh pertumbuhan kredit yang kuat sebesar 16% yoy, peningkatan PPOP (pre-provision operating profit) sebesar 10%, dan penurunan biaya risiko (cost of credit/CoC) sebesar 25 basis poin (bps).
Adapun margin bunga bersih (net interest margin/NIM) BMRI relatif stabil sebesar 4,7% atau terkikis 5 bps yoy. “Namun, manajemen BMRI menurunkan panduan NIM tahun ini menjadi 4,5-4,7% dari sebelumnya 4,6-4,8% karena ketidakpastian makro,” ungkap Victor.
Selain itu, penurunan target NIM BMRI juga seiring dekonsolidasi PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS).
Tahun ini, Bank Mandiri (BMRI) mempertahankan target pertumbuhan kredit sebesar 7-9% dan CoC sebesar 0,6-0,8%.
Dalam skenario tekanan makro yang berat, misalnya harga minyak US$ 130-150 per barel, nilai tukar Rp 19.000 per dolar AS, dan defisit fiskal lebih dari 3%, manajemen BMRI memperkirakan pertumbuhan kredit bisa melambat ke level satu digit rendah.
Kemudian, NIM bisa turun sekitar 100 bps, NPL (non-performing loan) meningkat di atas 3%, CoC naik menjadi 2-3%, dan CAR (capital adequacy ratio) turun menjadi 16-17%.
Target Harga Saham
BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy saham Bank Mandiri (BMRI). Target harga saham BMRI dipatok sebesar Rp 6.200. Jika mengacu pada harga saat berita ini ditayangkan di Rp 4.750, potensi kenaikan harga saham BMRI mencapai 30,5%.
Target harga saham BMRI berdasarkan price to book value (PBV) nilai wajar sebesar 1,8 kali, cost of equity (CoE) sebesar 11,6%, dan long term growth (LTG) sebesar 3%.
Baca Juga:
Saham Murah Emiten Grup Salim DisorotTarget harga tersebut juga mencerminkan potensi yield dividen sekitar 8,3%. Risiko utamanya, yaitu konflik geopolitik berkepanjangan yang dapat menekan NIM dan kualitas aset.
Pandangan taktis (3 bulan) untuk saham BMRI adalah netral, karena meskipun kinerja berfundamental kuat, pergerakan saham berpotensi volatil akibat ketidakpastian makro dan global.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






