Minggu, 21 Juni 2026

Harga Emas Kata Morgan Stanley Bakal Begini

Penulis : Natasha Khairunisa
24 Apr 2026 | 09:05 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi emas batangan. (Foto: Bloomberg)
Ilustrasi emas batangan. (Foto: Bloomberg)

JAKARTA, investor.id - Analis di bank ternama asal Amerika Serikat, Morgan Stanley memangkas perkiraan harga emas hampir 10% seiring pergeseran signifikan dalam lanskap makroekonomi.

Dikutip dari Mining.com, Jumat (24/4/2026) tim analis komoditas Morgan Stanley memproyeksi harga emas akan mencapai US$ 5.200 per troy ons pada paruh kedua 2026. 

Angka tersebut merupakan penurunan hingga sebesar US$ 500 dari proyeksi harga emas sebelumnya di level US$ 5.700 per troy ons.

ADVERTISEMENT

Revisi ini menyusul aksi jual emas selama enam minggu yang menyebabkan harga emas anjlok hampir seperempat dari rekor tertingginya, dan mencatat kinerja bulanan terburuk sejak tahun 2008.

Meskipun harga emas sudah berada di titik stabil dalam beberapa sesi terakhir, analis Morgan Stanley menilai pelemahan baru-baru ini telah mengubah nada pasar, karena bukan lagi hanya kejadian acak, tetapi lebih merupakan pergeseran fundamental.

Menurut analisis Morgan Stanley, koreksi harga emas berasal dari sentimen gabungan tentang guncangan pasokan dan kenaikan suku bunga riil akibat penundaan pemotongan suku bunga Federal Reserve.

Hal ini, menurut bank tersebut, mengubah lanskap makro dan membuat investor emas mempertimbangkan kembali posisi mereka.

Ke depan, Morgan Stanley memperkirakan emas akan lebih berperan sebagai barometer makroekonomi daripada hanya sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian,

"Prospeknya akan lebih didorong oleh data dan kurang didorong oleh sentimen," kata bank tersebut.

Pada akhir Januari 2026, harga emas sempat melonjak ke level tertinggi sepanjang masa hampir US$ 5.600 per troy ons. Harga emas kemudian anjlok lebih dari 10% dalam satu sesi di tengah penurunan tajam.

Logam mulia kemudian melanjutkan penguatan di masa awal pecahnya konflik AS-Israel dengan Iran, tetapi juga turun tajam karena tekanan inflasi.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 5 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 5 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 6 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 6 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 6 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 6 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia