Harga Emas Naik, namun Terjebak Tren Turun Mingguan
Harga minyak dunia turut bergerak fluktuatif. Meski melemah pada Jumat, minyak mencatat kenaikan signifikan sepanjang pekan setelah gagalnya putaran kedua perundingan AS–Iran serta meningkatnya ketegangan terkait Selat Hormuz.
Kenaikan harga minyak berpotensi mendorong inflasi lebih tinggi, yang meningkatkan peluang kenaikan suku bunga. Kondisi ini menjadi sentimen negatif bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset).
“Harga emas melemah minggu ini karena harga minyak naik, begitu juga ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi, penguatan dolar, dan kenaikan imbal hasil obligasi,” jelas analis UBS, Giovanni Staunovo.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun tercatat naik 1,5% dalam sepekan, meningkatkan opportunity cost dalam memegang emas. Di sisi lain, indeks dolar juga berada di jalur penguatan mingguan pertama dalam tiga pekan, membuat emas menjadi lebih mahal bagi investor non-dolar.
Selain emas, sejumlah logam mulia lainnya turut mencatat penguatan. Harga perak naik 0,29% menjadi US$ 75,67 per ons, platinum menguat 0,3% ke US$ 2.017,27, dan palladium melonjak 1,36% ke level US$ 1.495 per ons.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






