Minggu, 21 Juni 2026

Premi Harga Emas Menggila di India, China Ikut Borong

Penulis : Indah Handayani
25 Apr 2026 | 09:40 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi harga emas perhiasan
Sumber: AP
Ilustrasi harga emas perhiasan Sumber: AP

MUMBAI/SHANGHAI, investor.id — Premi harga emas di India melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari dua bulan terakhir pada pekan ini, dipicu oleh pasokan yang ketat. Di saat yang sama, permintaan emas di China juga mulai meningkat, menambah tekanan pada pasar fisik global.

Dikutip dari Reuters, kenaikan premi emas di India terjadi setelah bank-bank setempat sempat menghentikan impor emas dan perak pada awal bulan ini. Kebijakan tersebut dipicu keterlambatan penerbitan izin impor oleh pemerintah, yang menyebabkan berton-ton emas tertahan di bea cukai.

Sebagai informasi, premi harga emas adalah selisih biaya tambahan di atas harga spot (harga pasar global saat ini) yang harus dibayar saat membeli emas fisik seperti batangan atau koin. Premi mencakup biaya produksi (manufaktur), distribusi, penyimpanan, dan margin keuntungan dealer.

ADVERTISEMENT

Meski izin akhirnya diterbitkan, ketidakpastian terkait pajak emas membuat bank masih menahan impor. “premi naik karena pasokan terbatas. Bank masih belum mengimpor emas karena ketidakpastian pajak,” ujar seorang trader bullion di Mumbai.

Dealer di India kini menawarkan premi hingga US$ 15 per ons di atas harga domestik resmi, termasuk bea impor 6% dan pajak penjualan 3%. Level ini menjadi yang tertinggi sejak awal Februari. Padahal, pada pekan sebelumnya, harga sempat diperdagangkan dengan diskon hingga US$ 4 per ons dan premi sekitar US$ 14 per ons.

Permintaan emas di India sempat meningkat saat festival Akshaya Tritiya pada 19 April, yang dikenal sebagai momen baik untuk membeli emas. Namun, setelah festival berakhir, pembelian ritel kembali melambat.

Seorang peritel emas di Ahmedabad menyebutkan, permintaan berpotensi kembali meningkat jika harga turun di bawah 150.000 rupee setara Rp 27,51 juta (kurs Rp 183,41) per 10 gram. Saat ini, harga emas domestik India berada di kisaran 151.200 rupee per 10 gram (Rp 27,73 juta), setelah sempat menyentuh level tertinggi satu bulan di 155.065 rupee (Rp 28,44 juta).

China Jadi Penopang Permintaan

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 11 menit yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 39 menit yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 6 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 7 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 7 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia