Terasa Perbedaan Penting di Saham BUMI
JAKARTA, investor.id – Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) kembali anjlok 6,09% ke Rp 216 pada perdagangan Jumat (24/4/2026). Ini artinya, sejak 13 April 2026 sampai kemarin, saham BUMI mayoritas diparkir di zona merah.
Dalam satu pekan terakhir, saham BUMI anjlok 12,90%.
Tapi ada yang berbeda di saham BUMI kemarin. Setelah selalu membukukan net sell asing sejak 9 April 2026 hingga 23 April, saham BUMI akhirnya membukukan net buy asing di 24 April sejumlah Rp 47,40 miliar.
Itu membalikkan situasi yang sebelumnya sempat digempur parah oleh aksi jual investor asing saham Bumi Resources.
Baca Juga:
Saham-saham Penopang Gerak PasarSebelumnya, Phintraco merekomendasikan titik masuk ke saham BUMI di kisaran 240-242. Dengan tiga target harga, yakni target pertama 260, target kedua 280, serta target ketiga 300.
“Stoploss di bawah level 234,” pungkas Phintraco Sekuritas.
Baca Juga:
Aksi Serok Saham Bumi Resources (BUMI)Bumi Resources (BUMI) membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk US$ 81 juta atau sekitar Rp 1,35 triliun, naik 20,1% dari US$ 67,5 juta.
Pendapatan US$ 1,42 miliar dibandingkan US$ 1,35 miliar (naik 4,8%). Beban pokok pendapatan US$ 1,17 miliar dari sebelumnya US$ 1,19 miliar (turun 1,2%). Dan laba bruto US$ 249,1 juta dari US$ 169,3 juta (naik 47,1%).
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






