Minggu, 21 Juni 2026

Pasar Emas Kena Pukulan Ganda

Penulis : Natasha Khairunisa
26 Apr 2026 | 07:33 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi emas batangan. (Foto: AP/ Jae C. Hong)
Ilustrasi emas batangan. (Foto: AP/ Jae C. Hong)

JAKARTA, investor.id - Pasar emas terbesar di dunia melihat kenaikan biaya premi ke level tertinggi dalam lebih dari dua setengah bulan imbas kondisi pasokan yang semakin menipis.

Dikutip dari Yahoo! News, Minggu (25/4/2026), sejumlah bank di India dikabarkan telah menghentikan impor emas dan perak awal bulan ini setelah pemerintah menunda perintah otorisasi. 

Langkah tersebut menyebabkan sejumlah besar impor emas tertahan di bea cukai.

ADVERTISEMENT

"Premi meningkat karena pasokan terbatas. Bank-bank masih belum mengimpor emas karena ketidakpastian mengenai pajak yang berlaku untuk emas," ungkap seorang pedagang emas yang berbasis di Mumbai, India.

Harga emas domestik di India kini diperdagangkan sekitar 151.200 rupee per 10 gram, setelah naik ke level tertinggi satu bulan sebesar 155.065 rupee minggu lalu. 

Adapun harga premi emas di India kini dikenakan US$ 15 per troy ons di atas harga domestik resmi, termasuk bea impor 6% dan bea penjualan 3%, tertinggi sejak 7 Februari 2026.

Kenaikan biaya premi emas di India terjadi ketika masyarakat menyambut perayaan Akshaya Tritiya, ketika pembelian emas dianggap membawa keberuntungan, meskipun permintaan lebih lemah dari biasanya.

"Pembelian ritel melambat setelah festival, tetapi permintaan dapat meningkat jika harga turun di bawah 150.000 rupee," kata seorang pedagang emas perhiasan yang berbasis di Ahmedabad.

Sementara itu, di Tiongkok, emas diperdagangkan dengan biaya premi US$ 9 hingga US$ 12 per troy ons di atas harga patokan global minggu ini, naik dari premi minggu lalu sebesar US$ 3 hingga US$ 6.

"Harga emas diperdagangkan sekitar US$ 4.700 minggu ini," kata Peter Fung, kepala perdagangan di Wing Fung Precious Metals.

"Pada level ini, Anda dapat melihat adanya peningkatan permintaan emas fisik dan minat beli baru, yang menyebabkan premi lebih tinggi di Shanghai," ujarnya.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 20 menit yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 51 menit yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 6 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 7 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 7 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 7 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia