Ujian Berat bagi Saham BBRI
JAKARTA, investor.id – Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) atau BRI menjadi salah satu yang banyak diobral oleh investor asing di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam sepekan terakhir atau selama 20-24 April 2026.
Nilai transaksi jual bersih (net sell) asing pada saham BBRI selama sepekan terakhir mencapai Rp 1,8 triliun. Penjualan terjadi di pasar reguler BEI selama periode tersebut, berdasarkan data Stockbit Sekuritas yang diakses pada Minggu (26/4/2026).
Net sell asing pada saham BBRI merupakan terbesar kedua, setelah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Net sell asing pada saham BBCA sebesar Rp 2,38 triliun.
Di bawah BBRI, yaitu saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Net sell asing pada saham BMRI senilai Rp 1,1 triliun.
Secara umum, dalam sepekan terakhir atau periode 20-24 April 2026, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 2,9 triliun di seluruh pasar BEI. Ini melanjutkan pekan sebelumnya yang juga net sell senilai Rp 2,7 triliun.
Khusus pada perdagangan Jumat (24/4/2026), investor asing mencatatkan net sell Rp 2 triliun di seluruh pasar. Akibatnya, total net sell asing sepanjang tahun berjalan ini makin bertambah menjadi Rp 42,8 triliun – berdasarkan data BEI.
Rekomendasi Saham BBRI
Samuel Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham BRI (BBRI) dengan target harga sebesar Rp 4.400. Target harga tersebut setara dengan estimasi PBV 2026 sebesar 2 kali.
Hal itu didukung oleh ketahanan bisnis BBRI. Rekomendasi saham BBRI juga seiring prospek penguatan komposisi pendanaan, ekspansi ekosistem berbasis transaksi, serta perbaikan kualitas aset di seluruh segmen – didukung oleh strategi manajemen yang dieksekusi dengan baik.
Sebelumnya, rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) BRI (BBRI) pada 10 April 2026 telah menyetujui dividen final Rp 209 per saham.
Adapun total dividen BBRI untuk tahun buku 2025 mencapai Rp 52,1 triliun. Rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio/DPR) sebesar 92% atau naik dari 86%. Sebelumnya, BBRI sudah membagikan dividen interim Rp 137 per saham.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






