Minggu, 21 Juni 2026

Bersiap Lompatan Harga Emas Sepekan ke Depan

Penulis : Natasha Khairunisa
26 Apr 2026 | 16:01 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi emas. (Treasury)
Ilustrasi emas. (Treasury)

JAKARTA, investor.id - Harga emas dunia diprediksi melanjutkan penguatan dalam sepekan ke depan.

Pengamat pasar komoditas, Ibrahim Assuaibi memproyeksikan harga emas berpeluang menguat di resistance pertama US$ 4.779 per troy ons.

"Jika naik lagi, resistance kedua harga emas di US$ 4.832 per troy ons," kata Ibrahim dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (26/4/2026).

ADVERTISEMENT

Namun, harga emas tetap dihantui risiko tekanan, sehingga peluang terjadinya koreksi harga logam mulia tersebut tidak dapat dihindari. 

"Jika turun, support pertama harga emas di US$ 4.651 per troy ons dan support kedua US$ 4.560 per troy ons," papar Ibrahim.

Ia menjelaskan, ada beberapa faktor yang mempengaruhi fluktuasi harga emas. "Faktor-faktornya adalah geopolitik, kondisi perpolitikan di Amerika Serikat, kebijakan bank sentral, serta kondisi supply and demand," ujar Ibrahim.

Dari sisi sentimen geopolitik, pasar mengamati pertemuan pejabat AS dan Iran di Pakistan untuk membahas kesepakatan perdamaian. 

"Pekan ini akan menjadi akhir bukan yang cukup rusial, karena menentukan apakah akan lanjut terjadi perang atau adanya perdamaian di wilayah Timur Tengah. Pasalnya, kondisi tersebut (menentukan pergerakan) di Selat Hormuz yang sedang ditutup," Ibrahim menyoroti. 

Harga emas juga fluktuatif seiring gejolak politik di AS, setelah Presiden AS Donald Trump membebastugaskan sejumlah pejabat militer di kementerian pertahanan negara itu.

"Adapun kebijakan bank AS yang menjadi perhatian menjelang pergantian ketuanya dari Jerome Powell ke Kevin Warsh. Pada saat nanti harga minyak naik, inflasi tinggi, Kevin Walsh kemungkinan tidak akan menurunkan suku bunga," paparnya.

"Kemudian tentang masalah supply and demand, kita tahu bahwa negara-negara anggota BRICS sudah kembali membeli emassebagai cadangan devisanya. Kita melihat bahwa negara-negara tersebut mengantisipasi perang (di Timur Tengah) akan panjang. Sehingga pada saat harga logam mulia mengalami penurunan, ini kesempatan terbaik bagi mereka (menimbun emas)," imbuh Ibrahim.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 10 menit yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 38 menit yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 6 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 7 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 7 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia