Minggu, 21 Juni 2026

Harga Emas Bisa Melonjak Tajam Segini Buntut Momentum Aksi Beli

Penulis : Natasha Khairunisa
29 Apr 2026 | 09:10 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi emas batangan dan uang kertas US$ 100 dolar. (Foto: ANTARA/Shutterstock/pri)
Ilustrasi emas batangan dan uang kertas US$ 100 dolar. (Foto: ANTARA/Shutterstock/pri)

JAKARTA, investor.id - Analis memprediksi harga emas akan terangkat oleh kondisi global yang semakin terfragmentasi, karena sejumlah negara terus beralih ke logam mulia ini dan mengurangi porsi dolar AS sebagai cadangan aset.

Dikutip dari Mining.com, Rabu (29/4/2026) bank investasi asal Jerman, Deutsche Bank memproyeksi harga emas akan mencapai US$ 8.000 per troy ounce dalam lima tahun ke depan atau naik 80% dari level saat ini, seiring meningkatnya permintaan dan pembelian logam mulia oleh bank-bank sentral global.

Deutsche Bank menyoroti skenario di mana bank sentral, terutama di negara-negara berkembang terus meningkatkan kepemilikan emas sebagai jaring pengaman keuangan.

ADVERTISEMENT

Setelah bank sentral China, Rusia, India, dan Turki, pembelian emas pun terus meluas hingga mencakup negara-negara seperti Kazakhstan, Arab Saudi, Qatar, Mesir, dan Uni Emirat Arab.

Jika tren ini berlanjut, pangsa emas batangan dalam cadangan bank sentral global secara realistis dapat mencapai 40%, naik dari 30% saat ini, menurut prediksi Deutsche Bank.

Meskipun proyeksi itu bersifat konseptual dan bukan perkiraan resmi, hal ini sejalan dengan pandangan industri bank tersebut, bahwa emas akan menjadi penerima manfaat terbesar dari gerakan de-dolarisasi global karena kepercayaan terhadap aset AS terus terkikis.

Sebuah survei tahun lalu oleh World Gold Council mengungkapkan bahwa bank sentral melihat ketidakpastian ekonomi dan geopolitik sebagai faktor kunci yang memengaruhi keputusan mereka untuk mengakumulasi emas.

Harga emas sendiri telah naik hampir 8% sepanjang 2026, melanjutkan momentum kuat dari pembelian bank sentral tahun lalu. Namun, harga emas telah mengalami penurunan sejak perang AS-Iran pecah, menurun dua pertiga dari kenaikannya sejak Januari, ketika harga melonjak ke level tertinggi sepanjang masa.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 4 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 4 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 4 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 5 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 5 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 5 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia