Minggu, 21 Juni 2026

Nasib Harga Emas Dibongkar, Bakal Jadi Segini

Penulis : Thresa Sandra Desfika
29 Apr 2026 | 08:15 WIB
BAGIKAN
ilustrasi harga emas 
Sumber; AP
ilustrasi harga emas Sumber; AP

JAKARTA, investor.id – Trading Economics mencatat bahwa harga emas berfluktuasi di bawah US$ 4.600 per ons pada hari Rabu (29/4/2026) – sekitar pukul 08.07 WIB – setelah turun hampir 2% pada sesi sebelumnya ke level terendah dalam satu bulan.

Penurunan harga emas, kata Trading Economics, karena perundingan perdamaian AS-Iran yang terhenti dan penutupan Selat Hormuz yang sedang berlangsung memicu kekhawatiran atas meningkatnya inflasi.

“Presiden Donald Trump mengatakan Iran telah meminta AS untuk mencabut blokade angkatan lautnya di selat tersebut sementara negosiasi untuk mengakhiri konflik terus berlanjut, dengan gangguan yang telah memperketat pasokan energi dari Timur Tengah,” ungkap catatan Trading Economics dikutip Rabu pagi.

ADVERTISEMENT

Penutupan jalur penting ini telah memutus sekitar 20% aliran minyak global, memicu apa yang digambarkan IEA sebagai guncangan pasokan terbesar dalam sejarah dan memperintensifkan tekanan inflasi.

Investor semakin memperhitungkan kemungkinan bahwa bank sentral dapat mempertahankan suku bunga tinggi untuk waktu yang lebih lama atau bahkan memperketatnya lebih lanjut, yang akan membebani logam mulia yang tidak menghasilkan imbal hasil.

“Awal pekan ini, BOJ mempertahankan suku bunga kebijakannya tidak berubah, sementara bank sentral di AS, Uni Eropa, Inggris, dan Kanada dijadwalkan untuk mengumumkan keputusan mereka akhir pekan ini,” pungkas Trading Economics.

Sementara itu, Traders Union menaksir selama lima hari perdagangan berikutnya, harga emas diperkirakan akan berfluktuasi antara US$ 4.500 - 4.800, yang mencerminkan rentang volatilitas tipikal relatif terhadap level saat ini.

Probabilitas rebound sangat tinggi (di atas 80%), sehingga penurunan lebih lanjut dalam jangka pendek menjadi kurang mungkin.

Skenario dasar memperkirakan emas akan tetap tertahan di antara resistensi terdekat dan support jangka panjang dalam kisaran sideways.

“Pergerakan berkelanjutan di atas US$ 4.685 akan membuka jalan menuju batas atas, sementara penutupan di bawah US$ 4.547 dapat memicu kerugian yang lebih dalam meskipun sinyal positif terus berlanjut dari kerangka waktu mingguan,” terang Traders Union dikutip Rabu.

Viktoras Karapetjanc, pakar di Traders Union, melihat emas saat ini tertekan oleh risiko geopolitik dan lingkungan makroekonomi. Ia percaya bahwa perpaduan antara kekhawatiran inflasi dan gangguan arus perdagangan memicu volatilitas pasar, tetapi momentum penurunan kemungkinan terbatas.

Analisis teknikal menunjukkan emas mengalami oversold dalam jangka pendek, dengan peluang tinggi untuk rebound jika support bertahan.

"Konflik AS-Iran yang sedang berlangsung dan pengungkapan regulasi meningkatkan risiko, tetapi level saat ini dapat menawarkan peluang yang menguntungkan bagi pembeli yang sabar jika emas tetap di atas US$ 4.547 pada penutupan,” sebutnya.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 11 menit yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 42 menit yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 6 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 6 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 7 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 7 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia