Nasib FORE Berubah Drastis
JAKARTA, investor.id – Nasib saham PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) berubah drastis di akhir sesi I perdagangan Rabu (29/4/2026) ini dibandingkan kemarin. Saham FORE diparkir menghijau 2,76% ke Rp 930. Sedangkan pada perdagangan sebelumnya, saham FORE memerah 6,22%.
Selain itu, saham FORE di sesi I hari ini diborong asing. Berdasarkan data pada aplikasi Stockbit Sekuritas, saham FORE membukukan net buy asing Rp 10,73 miliar atau segi volume 10,94 juta saham.
Sedangkan pada perdagangan Selasa (28/4/2026), saham FORE membukukan net sell asing Rp 5,44 miliar.
Di sesi I hari ini, sebanyak 59,99 juta saham FORE diperdagangkan, frekuensi 15.152 kali, dan nilai transaksi Rp 58,87 miliar.
Dalam satu bulan terakhir, saham Fore Kopi Indonesia masih melonjak 66,07%.
PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) telah merilis laporan keuangan interim yang tidak diaudit untuk tiga bulan periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 alias sepanjang kuartal I-2026.
FORE membukukan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 9,43 miliar dalam tiga bulan pertama tahun ini. Angka laba bersih itu melonjak sekitar 60,5% dari Rp 5,87 miliar di periode yang sama tahun 2025.
Adapun laba per saham dasarnya Rp 1,06 per akhir Maret 2026, dari Rp 0,86 per saham di penghujung Maret 2025.
FORE membukukan penjualan neto Rp 444,45 miliar, meningkat 52% dari Rp 291,68 miliar pada kuartal I-2025. Beban penjualan ikut naik ke posisi Rp 170,78 miliar dari Rp 110,64 miliar.
Sedangkan laba bruto Fore Kopi Indonesia tercatat sepanjang kuartal I-2026 sebesar Rp 273,67 miliar. Naik dari periode yang sama tahun 2025 di mana laba brutonya sejumlah Rp 181,03 miliar.
Baca Juga:
Emiten Prajogo Beberkan Kabar BaruDalam tiga bulan pertama tahun ini, Fore Kopi Indonesia membukukan penjualan minuman Rp 461,09 miliar, makanan Rp 56,82 miliar, dan lain-lain Rp 1,93 miliar. Lalu terdapat diskon penjualan dan potongan lainnya Rp 75,39 miliar sehingga total penjualan neto Rp 444,45 miliar.
Total aset FORE per 31 Maret 2026 Rp 1,16 triliun, liabilitas Rp 474,10 miliar, serta ekuitas Rp 690,14 miliar.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






