Minggu, 21 Juni 2026

Amman (AMMN) Raup Laba Rp 2,7 T

Penulis : Thresa Sandra Desfika
30 Apr 2026 | 15:28 WIB
BAGIKAN
Amman Mineral (AMMN). Ist
Amman Mineral (AMMN). Ist

JAKARTA, investor.id – PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) membukukan EBITDA meningkat dari negatif US$ 42 juta pada Q1 2025 menjadi US$ 508 juta kuartal I-2026, dengan margin EBITDA sebesar 63%.

Laba bersih berbalik dari rugi bersih sebesar US$ 138 juta pada Q1 2025 menjadi laba bersih konsolidasian sebesar US$ 163 juta (sekitar Rp 2,7 triliun berdasarkan kurs yang tertera pada laporan keuangan AMMN), yang mencerminkan margin laba bersih sebesar 20%.

Sejak awal tahun 2025, Direktur Utama AMMN Arief Sidarto menjelaskan bahwa perseroan hanya diizinkan menjual produk logam jadi, seperti katoda tembaga dan emas murni, tidak dalam bentuk konsentrat seperti pada tahun 2024. Namun demikian, perseroan memperoleh izin ekspor konsentrat sementara pada 31 Oktober 2025, yang berlaku selama enam bulan hingga 30 April 2026.

ADVERTISEMENT

Penjualan bersih pada Q1 2026 mencapai US$ 808 juta, yang mencerminkan peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penjualan tersebut terdiri dari US$ 391 juta berasal dari katoda tembaga, US$ 82 juta dari emas murni, dan US$ 334 juta dari penjualan konsentrat.

“Penjualah bersih meningkat secara material karena kemampuan untuk menjual konsentrat serta ramp-up smelter yang berjalan secara stabil,” terang Arief dalam keterangan resmi, Kamis (30/4/2026).

Per 31 Maret 2026, total utang perseroan tercatat sebesar US$ 6,47 miliar, meningkat sekitar 1% dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2025. Dengan kas dan setara kas konsolidasian sebesar US$ 815 juta, utang bersih mencapai US$ 5,662 miliar.

“Profil jatuh tempo utang perseroan disusun secara strategis untuk mendukung rencana ekspansi, dengan jadwal pembayaran yang lebih terkonsentrasi di akhir masa pinjaman guna mendukung pertumbuhan jangka panjang,” papar Arief.

Panduan kinerja operasi penambangan tahun 2026 AMMN tidak berubah. AMMN memperkirakan produksi sebesar 900.000 metrik ton kering konsentrat, yang mengandung 485 juta pon (setara dengan 220.000 ton) tembaga dan 579.000 ons emas.

“Dari total produksi konsentrat tersebut, sekitar 500.000 metrik ton kering konsentrat akan diproduksi dari pabrik konsentrator yang sudah ada, sementara sisanya sebesar 400.000 metrik ton kering akan berasal dari pabrik konsentrator yang baru, tergantung pada kemajuan proses komisioning. Seperti halnya ramp‐up fasilitas baru pada umumnya, terdapat risiko eksekusi yang melekat,” papar Arief.

Ramp-up smelter terus menunjukkan perbaikan setelah penyelesaian perbaikan di Q4 2025. AMMAN berkomitmen untuk mematuhi kebijakan pemerintah terkait hilirisasi mineral seiring berakhirnya izin ekspor konsentrat bulan April ini. Fokus perusahaan saat ini adalah memastikan peningkatan produksi berjalan bertahap, aman, dan sesuai ketentuan yang berlaku, melalui evaluasi dan pengawasan operasional yang ketat serta koordinasi berkelanjutan dengan pemerintah.

Seiring dengan hal tersebut, kami memperkirakan akan terdapat variasi dalam profil produksi seiring dengan upaya menyeimbangkan produksi konsentrat dengan proses ramp‐up smelter. Memastikan utilisasi smelter yang stabil tetap menjadi prioritas utama, yang dapat memengaruhi waktu pengelolaan persediaan konsentrat dan penjualan.

“Pada tahap ini, kami belum dapat memberikan panduan produksi tahun 2026 untuk katoda tembaga dan emas murni, mengingat fokus utama kami adalah mencapai kinerja smelter yang stabil dan berkelanjutan,” pungkas Arief.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 6 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 6 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 6 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 6 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 6 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia