Minggu, 21 Juni 2026

Bumi Resources (BUMI) Beberkan Kinerja Kuartal I, Labanya Segini

Penulis : Thresa Sandra Desfika
30 Apr 2026 | 15:55 WIB
BAGIKAN
Bumi Resources (BUMI). Ist
Bumi Resources (BUMI). Ist

JAKARTA, investor.id - PT Bumi Resources Tbk (BUMI), eksportir batu bara termal terbesar di dunia dan salah satu perusahaan sumber daya alam terkemuka di Indonesia, hari ini mengumumkan hasil keuangan tidak diaudit untuk periode kuartal pertama 2026 yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026, sebagaimana telah dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Perseroan mengawali tahun 2026 dengan kinerja yang kuat, ditandai oleh kenaikan pendapatan sebesar 19,7% menjadi US$ 417,7 juta dan laba sebelum pajak yang hampir berlipat ganda secara tahunan.

“Peningkatan volume produksi dan penjualan, dipadukan dengan perbaikan signifikan pada strip ratio, berhasil mengompensasi penurunan harga jual rata-rata batu bara sebesar 10% sehingga mendorong ekspansi marjin operasi dan profitabilitas yang lebih tinggi di seluruh lini usaha,” sebut keterangan resmi Bumi Resources (BUMI), Kamis (30/4/2026).

ADVERTISEMENT

Bumi Resources (BUMI) membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk: US$ 24,1 juta di kuartal I-2026 vs US$ 17,9 juta (naik 35,2%).

Sorotan utama kinerja keuangan BUMI (PSAK 111, Q1 2026 vs Q1 2025)

• Pendapatan: US$ 417,7 juta vs US$ 348,8 juta (naik 19,7%)

• Beban Pokok Pendapatan: US$ 334,8 juta vs US$ 297,5 juta (naik 12,5%)

• Laba Bruto: US$ 82,8 juta vs US$ 51,2 juta (naik 61,6%)

• Beban Usaha: US$ 33,8 juta vs US$ 23,3 juta (naik 44,8%)

• Laba Usaha: US$ 49,1 juta vs US$ 27,9 juta (naik 75,8%)

• Margin Usaha: 11,7% (vs 8,0%)

• Laba Sebelum Pajak: US$ 55,3 juta vs US$ 28,6 juta (naik 93,1%)

• Laba Bersih: US$ 41,1 juta vs US$ 30,1 juta (naik 36,6%)

• Laba Bersih yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk: US$ 24,1 juta vs US$ 17,9 juta (naik 35,2%)

“Kinerja keuangan tersebut mencerminkan operating leverage yang melekat pada model bisnis Bumi Resources, yakni pertumbuhan pendapatan sebesar 19,7% diterjemahkan menjadi pertumbuhan laba operasi sebesar 75,8% dan kenaikan laba sebelum pajak sebesar 93,1%, dengan marjin operasi meningkat menjadi 11,7% dari 8,0% pada periode yang sama tahun sebelumnya,” papar keterangan resmi BUMI, Kamis (30/4/2026).

Ekspansi marjin ini ditopang oleh peningkatan volume produksi dan penjualan batu bara, serta perbaikan struktural pada strip ratio yang memperbaiki ekonomi per ton di seluruh operasi tambang utama Perseroan.

Kinerja Operasional

Kinerja Operasional BUMI (Q1 2026 vs Q1 2025)

• Produksi Batu bara: 19,2 juta ton (naik 12%)

• Penjualan Batu bara: 19,1 juta ton (naik 14%)

• Harga Rata-rata FOB: US$ 58,6/ton (turun 10% dari US$64,9/ton)

• Lapisan Penutup yang Dihilangkan: 148,3 juta bcm (naik 3%)

• Rasio Kupasan Tanah (Strip Ratio): 7,7x (vs 8,4x)

• Persediaan: 2,0 juta ton (vs 2,4 juta ton)

Volume produksi dan penjualan tercatat lebih tinggi secara tahunan, dengan produksi batu bara naik 12% menjadi 19,2 juta ton dan penjualan batu bara meningkat 14% menjadi 19,1 juta ton. Perbaikan strip ratio dari 8,4x menjadi 7,7x mencerminkan mine sequencing yang menguntungkan serta perencanaan operasional yang disiplin, dan turut menekan biaya penambangan per ton meskipun pengupasan tanah  penutup (overburden) meningkat 3% secara tahunan. "Persediaan menurun menjadi 2,0 juta ton dari 2,4 juta ton, mencerminkan tingkat penjualan yang kuat seiring dengan kenaikan produksi," ungkap manajemen BUMI.

Panduan Kinerja Tahun 2026

• Volume Penjualan: 76 – 78 juta ton

• Harga Rata-rata yang Diproyeksikan: US$ 60 – US$ 62 per ton

• Biaya Tunai Produksi: sekitar US$ 43 – US$ 44 per ton

Bumi Resources akan terus berfokus pada keberlanjutan perbaikan operasional yang telah dicapai pada kuartal pertama, menjaga disiplin alokasi modal, serta memajukan strategi diversifikasi guna membangun ketahanan terhadap siklus komoditas.

"Bumi Resources akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) selambat-lambatnya pada bulan Juni 2026. Perseroan juga akan menggelar earnings call untuk membahas kinerja FY 2025 secara lebih mendalam bersama komunitas analis dan investor, yang dijadwalkan diadakan pada Mei 2026. Pemberitahuan resmi dan informasi pendaftaran untuk kedua acara akan disampaikan secara terpisah," papar keterangan BUMI.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 33 menit yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 1 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 7 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 7 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 7 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia