Saham BBCA Tetap Memimpin
JAKARTA, investor.id – Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tetap memimpin jajaran saham dengan nilai kapitalisasi pasar (market cap) terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI), meski saham BBCA terus digempur investor asing.
Berdasarkan data BEI per 30 April 2026, yang dikutip pada Minggu (3/5/2026), market cap saham BBCA senilai Rp 714 triliun atau menduduki peringkat 1.
Peringkat 2 adalah saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dengan nilai market cap sebesar Rp 597 triliun.
Lalu, di peringkat 3, ada saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII). Market cap saham DCII sebesar Rp 473 triliun.
Sementara itu, dalam sepekan terakhir atau selama perdagangan 27-30 April 2026, saham BBCA kembali dilanda aksi jual bersih (net sell) asing besar-besaran. Net sell asing pada saham BBCA di pasar reguler terbilang paling besar mencapai Rp 2,06 triliun.
Baca Juga:
Lebih Dalam soal BMRI, Muncul PetunjukDiikuti, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan net sell asing sebesar Rp 1,6 triliun dan saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) senilai Rp 1 triliun.
Presiden Direktur BCA (BBCA), Hendra Lembong mengungkapkan bahwa perseroan memiliki rencana aksi korporasi berupa pembelian kembali (buyback) saham yang telah disetujui dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) bulan lalu.
Baca Juga:
Isu Panas Saham BankDalam RUPST pada 12 Maret tersebut, pemegang saham BBCA menyetujui rencana buyback dengan nilai maksimal Rp 5 triliun.
“Akan ada (rencana) untuk buyback. Program buyback saham ini sesuai persetujuan RUPS Maret lalu,” kata Hendra kepada Investor Daily.
Rekomendasi dan Target Harga Saham
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






