BPS Ungkap Penyebab Ekonomi RI Tumbuh 5,6%
JAKARTA, investor.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi triwulan I-2026 sebesar 5,6%, jika dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya (year-on-year/YoY). Capaian ini disebabkan sejumlah faktor.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi domestik periode ini terjadi karena adanya sejumlah faktor. Utamanya dari sisi konsumsi, mobilitas masyarakat, produksi domestik, hingga kebijakan pemerintah.
Amalia mengungkapkan, dari sisi konsumsi, aktivitas belanja masyarakat tercatat terus mengalami peningkatan. Hal ini terlihat dari Indeks Penjualan Eceran Riil yang tumbuh sebesar 4,74% secara tahunan pada triwulan I-2026. Selain itu, data transaksi online yang dihimpun BPS dari sektor e-retail dan marketplace juga menunjukkan pertumbuhan sebesar 6,2% secara triwulanan.
"Konsumsi masyarakat terlihat terus tumbuh ditunjukkan oleh indeks penjualan eceran riil pada triwulan 1 2026 tumbuh sebesar 4,74% secara tahunan," ungkap Amalia dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Penguatan konsumsi juga tercermin dari meningkatnya nilai transaksi elektronik, termasuk penggunaan kartu debit dan kredit yang tumbuh secara tahunan.
Momentum ini turut diperkuat oleh penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR) pada periode tersebut, baik untuk aparatur sipil negara (ASN), TNI, Polri, pensiunan, maupun pekerja swasta.
Tak hanya konsumsi, Amalia melanjutkan, peningkatan mobilitas masyarakat juga menjadi faktor penting pendorong pertumbuhan ekonomi. Aktivitas pariwisata menunjukkan tren positif, terlihat dari meningkatnya jumlah perjalanan wisatawan nusantara, kunjungan wisatawan mancanegara, serta jumlah penumpang di berbagai moda transportasi.
Momen libur nasional dan hari besar keagamaan sepanjang triwulan I-2026 turut memperkuat pergerakan masyarakat, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan aktivitas ekonomi di berbagai sektor.
Dari sisi produksi, kinerja sektor domestik juga menunjukkan perbaikan signifikan. Produksi padi tumbuh sebesar 10,5% secara tahunan. Sementara itu, Indeks Kondisi dan Prospek Bisnis Manufaktur (IKBM) berada di zona ekspansi, menandakan optimisme pelaku industri.
PMI di Zona Ekspansi
Sejalan dengan itu, Prompt Manufacturing Index (PMI) Bank Indonesia juga mencatatkan posisi di zona ekspansi. Aktivitas industri semakin bergairah dengan meningkatnya impor bahan baku, di mana impor bahan baku primer tumbuh 31,77% dan bahan olahan untuk industri meningkat 7,28% secara tahunan.
Dari sisi investasi, realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) pada triwulan I-2026 tumbuh sebesar 7,22%. Di waktu yang sama, belanja modal pemerintah yang bersumber dari APBN juga mengalami penguatan secara tahunan.
Faktor terakhir yang turut menopang pertumbuhan ekonomi adalah kebijakan ekonomi yang konsisten dan terarah. Pemerintah dinilai berhasil menjaga stabilitas melalui pengendalian inflasi, pengelolaan suku bunga acuan, serta pemberian stimulus ekonomi untuk mendorong konsumsi.
"Kebijakan ekonomi seperti pengendalian inflasi, tingkat suku bunga acuan, paket stimulus ekonomi untuk mendorong konsumsi, serta kebijakan belanja yang lebih tepat sasaran untuk aktivitas yang lebih produktif," pungkasnya.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






