Minggu, 21 Juni 2026

Saham Bandar Nikel dan Emas Diobral, Prospek Cuan 42%

Penulis : Harso Kurniawan
18 Jun 2026 | 16:49 WIB
BAGIKAN
Kegiatan usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA). (Foto: MDKA)
Kegiatan usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA). (Foto: MDKA)

JAKARTA, Investor.id – Saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) benar-benar lagi diobral tanpa ada perubahan fundamental. Tak heran, beberapa broker masih menyematkan rekomendasi positif saham raja nikel dan emas ini dengan target harga tinggi.

Berdasarkan riset RHB Sekuritas, saham MDKA kena imbas aksi sell off di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang membuat IHSG sempat terkapar di level 5.300-an, sebelum akhirnya bangkit kembali ke 6.000-an.

“Padahal, operasional perseroan tidak berubah, seperti agenda penaikan produksi tambang emas Pani,” tulis RHB, dikutip Kamis (18/6/2026).  

ADVERTISEMENT

RHB mencatat, tambang Pani yang dikelola anak usaha PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mulai berproduksi pada pertengahan Februari 2026 dengan usia tambang berkisar 15-200 tahun. Tahun ini, produksi bijih emas ditargetkan 8 juta ton, sekitar 115 ribu oz.  

Sementara itu, tulis RHB, produksi emas tambangb lawas, Tujuh Bukit, ditargetkan 90 ribu oz. Dengan demikian, total produksi emas MDKA mencapai 199 ribu oz tahun 2026, naik 93% dari tahun lalu.

Di bisnis nikel, RHB mencatat, produksi NPI ditargetkan 85 ribu ton, naik 15%, nikel matte 46 ribu ton, tumbuh 130%, dan MHP 30 ribu ton. Ada juga potensi kenaikan penjualan bijih limonit, seiring terbukanya peluang revisi RKAB.

Rekomendasi dan Target Harga

Atas dasar itu, RHB menilai derating saham MDKA sudah melampaui fundamental. Saham ini sedang murah, lantaran diperdagangkan dengan EV/EBITDA hanya 7 kali vs rata-rata lima tahun 16,5 kali. Profibitalitas perseroan juga menghijau.

RHB mempertahankan rekomendasi buy saham MDKA dengan target harga Rp3.900, menawarkan potensi cuan 42%. Target itu merefleksikan EV/EBITDA 2026 10 kali dan DCF 30%.

Risiko saham ini adalah pembalikan ke bawah harga komoditas, kegagalan mendongkrak produksi, beban keuangan membengkak, dan kebijakan pemerintah yang tidak kondusif, serta koreksi tajam indeks saham acuan.

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 5 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 5 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 5 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 6 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 6 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 6 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia