Minggu, 21 Juni 2026

Harga Emas Jatuh Lagi, Tiga Pekan Beruntun Dalam Tekanan

Penulis : Indah Handayani
19 Jun 2026 | 09:25 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi emas. (Treasury)
Ilustrasi emas. (Treasury)

JAKARTA, investor.id Harga emas dunia kembali jatuh pada perdagangan Jumat (19/6/2026), dan berada di jalur penurunan mingguan ketiga secara berturut-turut. Penguatan dolar Amerika Serikat (AS) serta sinyal kebijakan moneter ketat (hawkish) dari The Fed menjadi faktor utama yang menekan logam mulia tersebut.

Harga emas hari ini terlihat jatuh 0,77% menjadi US$ 4.176,44 per ons troi saat berita ditulis. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus anjlok 1,21% ke level US$ 4.193,6 per ons troi.

Dikutip dari Reuters, tekanan terhadap emas datang seiring menguatnya dolar AS yang bertahan di dekat level tertinggi dalam setahun terakhir. Penguatan mata uang Negeri Paman Sam membuat emas yang diperdagangkan dalam denominasi dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya, sehingga mengurangi daya tarik permintaan.

ADVERTISEMENT

Selain itu, pasar juga mencermati perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Kapal tanker minyak kembali melintasi Selat Hormuz setelah AS mencabut blokade terhadap Iran sebagai bagian dari kesepakatan sementara untuk mengakhiri konflik. Meski demikian, sejumlah isu penting antara kedua negara masih belum terselesaikan.

Di sisi lain, tekanan inflasi yang dipicu dampak perang Iran mulai menjadi perhatian bank-bank sentral dunia. Kondisi tersebut mendorong sejumlah otoritas moneter mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi atau bahkan memberi sinyal kenaikan suku bunga guna meredam laju inflasi.

Sikap hawkish The Fed semakin memperkuat tekanan terhadap emas. Berdasarkan proyeksi terbaru yang dirilis setelah rapat kebijakan pekan ini, sembilan dari 19 pejabat The Fed memperkirakan masih diperlukan kenaikan suku bunga acuan pada tahun ini.

Dalam pertemuan perdana yang dipimpin Ketua The Fed Kevin Warsh, bank sentral AS memutuskan mempertahankan suku bunga pada kisaran 3,50%-3,75%.

Prospek suku bunga yang lebih tinggi membuat emas kehilangan sebagian daya tariknya karena logam mulia tidak menawarkan imbal hasil seperti instrumen berbunga.

Proyeksi Emas Terbaru

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 4 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 4 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 4 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 4 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 4 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 5 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia