Minggu, 21 Juni 2026

Kata OJK soal Review MSCI

Penulis : Thresa Sandra Desfika
19 Jun 2026 | 11:21 WIB
BAGIKAN
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi dalam wawancara cegat di Gedung DPR RI, Rabu (17/6/2026). (B-Universe Photo/Akmalal Hamdhi)
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi dalam wawancara cegat di Gedung DPR RI, Rabu (17/6/2026). (B-Universe Photo/Akmalal Hamdhi)

JAKARTA, investor.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan hasil market accessibility review MSCI yang diumumkan pada Jumat (19/6/2026) pagi ini menegaskan arah reformasi pasar modal Indonesia untuk terus memperkuat kualitas transparansi dan identifikasi coordinated trading dan daya saing pasar.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif Dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi mengungkapkan, OJK mencermati hasil MSCI Global Market Accessibility Review 2026 yang menunjukkan bahwa secara umum mayoritas aspek aksesibilitas pasar Indonesia tetap terjaga dan tidak mengalami perubahan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya namun juga ada catatan untuk arah perbaikan pasar modal ke depan.

“Secara singkat dari 5 segmen Market Accessibility, yang terdiri dari 18 Measurement (kriteria), hasil asesmen penilaiannya masih sama, kecuali hanya 1 kriteria yaitu Information Flow di segmen Market Infrastructure,” sebut Hasan dalam pernyataan tertulis, Jumat (19/6/2026).

ADVERTISEMENT

10 dari 18 kriteria dinilai “++” (double plus, yang merupakan kriteria tertinggi) yang menunjukkan sudah sesuai dengan best practice global dan tidak ada issue, 6 kriteria masih dinilai “+” (single plus) yang diharapkan terus ada improvement, sedangkan pada kriteria Information Flow dan Foreign Exchange Market Liberalization Level di nilai “-“ (negatif), yang menunjukkan adanya concern untuk ada improvement.

“Terkait aspek Information Flow di atas. Kami memandang masukan tersebut sebagai bagian dari proses evaluasi yang konstruktif dan sejalan dengan agenda reformasi pasar modal yang saat ini sedang dijalankan bersama oleh OJK, Bursa Efek Indonesia, KSEI, KPEI, serta seluruh pelaku industri,” terang Hasan.

Pada saat yang sama, lanjutnya, OJK juga mencatat adanya pengakuan MSCI atas sejumlah perbaikan yang telah dilakukan Indonesia, termasuk berkurangnya beberapa catatan mengenai Foreign Exchange Market Liberalization Level, namun hasil asesmennya masih sama dengan output tahun lalu yaitu butuh improvement.

Sebagai langkah tindak lanjut, kami terus melakukan koordinasi intensif di Internal OJK dan dengan otoritas terkait seperti Bank Indonesia guna memastikan ke depan akan lebih baik dengan tetap memperhatikan mitigasi Risiko yang govern dan sejalan dengan kebijakan makroprudensial nasional untuk mencegah volatilitas pasar,” terangnya.

Dalam beberapa bulan ini, sebut dia, berbagai inisiatif reformasi telah dilakukan untuk memperkuat kualitas, integritas, dan daya saing pasar modal Indonesia, antara lain melalui peningkatan kualitas data kepemilikan saham, penguatan keterbukaan informasi, pengembangan kerangka pelaporan beneficial ownership, peningkatan kapasitas surveillance dan pengawas dan perdagangan, serta penyempurnaan berbagai regulasi untuk mendukung transparansi dan perlindungan investor.

“Berdasarkan feedback dari para pelaku pasar dan global index provider seperti MSCI dan FTSE, berbagai reformasi yang telah dilakukan saat ini telah memperoleh acknowledgement, dan sudah digunakan sebagai variable dalam menentukan konstituen index atau kebijakan portofolio investasi,” kata dia.

Memperkuat Engagement

Sebagaimana release sebelumnya di Mei 2026, Global Index Provider akan terus mengumpulkan feedback dari klien serta pelaku pasar lokal dan internasional, termasuk mutual fund manager, broker, dan hedge fund, untuk memvalidasi efektifitas dan kebijakan reformasi pasar modal Indonesia yang telah diterbitkan.

OJK meyakini bahwa penguatan market transparency, market integrity, dan kualitas informasi merupakan proses berkelanjutan yang membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Oleh karena itu, hasil review ini akan menjadi salah satu referensi penting dalam menentukan prioritas program ke depan guna semakin meningkatkan kepercayaan investor domestik maupun internasional terhadap pasar modal Indonesia.

Ke depan, OJK akan terus memperkuat engagement dan dialog yang konstruktif dengan MSCI, FTSE Russell, serta berbagai global index provider dan investor internasional untuk memastikan bahwa berbagai reformasi yang telah dan sedang dilakukan dapat dipahami secara komprehensif oleh komunitas investasi global.

Fundamental ekonomi Indonesia yang tetap kuat serta sinergi seluruh pemangku kepentingan menjadi landasan penting untuk terus meningkatkan daya saing dan kredibilitas pasar modal Indonesia.

“Kami memandang masukan MSCI sebagai bagian dari proses perbaikan yang konstruktif. Dengan konsistensi reformasi yang sedang berjalan, kami optimis kualitas dan daya saing pasar modal Indonesia akan terus menguat ke depan,” pungkas Hasan.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 4 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 4 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 4 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 4 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 5 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 5 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia