Harga Batu Bara Galau, Gangguan Tambang China Jadi Sorotan
JAKARTA, investor.id – Harga batu bara galau pada perdagangan Jumat (19/6/2026), di tengah meningkatnya impor China akibat gangguan pasokan domestik setelah kecelakaan fatal di sejumlah tambang. Kondisi tersebut mendorong pembelian batu bara dari pemasok utama seperti Australia dan Kanada, sekaligus memunculkan kekhawatiran pengetatan pasokan di pasar global.
Berdasarkan data perdagangan, harga batu bara Newcastle kontrak Juni 2026 stabil di US$ 144 per ton. Kontrak Juli 2026 turun US$ 0,5 ke level US$ 131,5 per ton, sedangkan Agustus 2026 naik US$ 0,1 menjadi US$ 130,85 per ton.
Sementara itu, harga batu bara Rotterdam kontrak Juni 2026 melonjak US$ 1,85 menjadi US$ 126,1 per ton. Kontrak Juni 2026 melejit US$ 4,3 menjadi US$ 114,7 per ton, sedangkan Agustus 2026 melesat US$ 3,25 ke level US$ 112,6 per ton.
Dikutip dari TradingView, China diperkirakan akan terus meningkat sepanjang tahun ini setelah kecelakaan fatal di sejumlah tambang memicu gangguan pasokan domestik. Kondisi tersebut mendorong importir China meningkatkan pembelian dari negara pemasok utama seperti Australia dan Kanada.
Permintaan impor melonjak setelah 155 tambang batu bara di Provinsi Shanxi, wilayah penghasil batu bara terbesar di China, dihentikan operasinya untuk pemeriksaan keselamatan menyusul insiden yang terjadi pada akhir Mei lalu. Penutupan tambang itu sempat memicu lonjakan harga batu bara kokas di pasar domestik.
Meski sebagian tambang mulai kembali beroperasi, tingkat produksi belum sepenuhnya pulih. Berdasarkan survei konsultan industri Mysteel, sekitar 64% kapasitas produksi yang terdampak telah kembali beroperasi hingga 17 Juni 2026.
Namun, Wakil Manajer Logam Ferrous Gent Commodity, Johnny Deng, mengatakan produksi masih berada di bawah level sebelum kecelakaan terjadi. Menurut dia, tingkat utilisasi tambang diperkirakan hanya berada di kisaran 70%-80%, jauh lebih rendah dibandingkan 105%-110% sebelumnya.
“Kami membeli beberapa kargo dari Kanada dan mengimpornya ke China setelah harga melonjak pascakecelakaan tersebut,” ujar Deng dalam konferensi batu bara kokas di Singapura.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






