Harga Emas Turun, Permintaan di Asia Tetap Lesu, Ada Apa?
Pelaku pasar di China memilih menunggu perkembangan lebih lanjut terkait kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang dinilai dapat memengaruhi arah pasar global.
Kepala Dealing Wing Fung Precious Metals Peter Fung mengatakan, aktivitas perdagangan emas fisik di Shanghai masih sangat sepi.
“Pasar emas fisik di Shanghai masih sangat tenang dan saya belum melihat minat beli yang signifikan. Investor masih mencermati ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah dan menunggu gambaran yang lebih jelas,” ujar Fung.
Menurut dia, permintaan emas berpotensi membaik setelah masa liburan atau memasuki Juli hingga Agustus mendatang.
Di India, minat investasi emas juga menunjukkan tanda-tanda pelemahan. Dana yang diperdagangkan di bursa (exchange traded fund/ETF) berbasis emas fisik mencatat arus keluar bersih bulanan pertama dalam satu tahun pada Mei 2026.
Aksi ambil untung setelah reli harga emas sebelumnya menjadi salah satu penyebab utama keluarnya dana investor dari instrumen tersebut.
Sementara itu, pasar China daratan dan Hong Kong tutup pada Jumat karena libur Festival Perahu Naga (Dragon Boat Festival), sehingga aktivitas perdagangan relatif terbatas.
Di pasar Asia lainnya, emas di Hong Kong diperdagangkan dari harga spot hingga premi US$ 2 per ons. Di Jepang, emas dijual dengan diskon sekitar US$ 0,25 per ons, sedangkan di Singapura diperdagangkan pada kisaran diskon US$ 0,50 hingga premi US$ 1,80 per ons.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






