Jumat, 15 Mei 2026

Presiden Tinjau Pencegahan Kebakaran Hutan Riau

Penulis : Alex Dungkal dan Emral Ferdiansyah
27 Nov 2014 | 11:36 WIB
BAGIKAN

RIAU-Presiden RI Joko Widodo meninjau pembangunan sekat lahan gambut sebagai upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Sungai Tohor, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, Kamis.

"Upaya membuat kanal ini merupakan usaha masyarakat yang harus ditindaklanjuti oleh pemerintah karena dengan membuat kanal ini gambut sepanjang tahun akan basah terus," kata Presiden di Desa Sungai Tohor.

Menurut Presiden yang akrab disapa Jokowi itu, jika gambut selalu basah maka lahan tidak akan mudah dibakar dan terbakar.

Jokowi menegaskan pencegahan kebakaran hutan menggunakan sekat lahan gambut yang memanfaatkan bahan kayu atau pelepah sagu bisa dipermanenkan dengan beton.

"Benar (bisa diaplikasikan) ide-ide masyarakat seperti ini. Tapi ini lebih baik dipermanenkan," ujar Presiden.

Dalam tinjauan tersebut, Jokowi menerima keterangan dari tokoh masyarakat Abdul Manan mengenai manfaat sekat lahan tersebut yang berfungsi untuk menahan air di lahan gambut sehingga tetap basah dan mencegah karhutla.

"Sekat ini menahan air dari kanal yang dibuat perusahaan luar untuk mengeringkan lahan gambut sehingga area itu mudah terbakar. Setelah itu oknum menanam pohon akasia," kata Manan.

Selain itu, kuantitas air di lahan gambut juga mempengaruhi kualitas tanaman komoditas setempat yaitu sagu.

"Pada masa belum ada kanal ini, produksi sagu kami dapat mencapai 800 kilogram per bulan. Namun dalam beberapa tahun setelah adanya kanal ini menurun jadi 500-600 kilogram per bulan karena pohon sagu yang memendek akibat kurang air," kata Manan.

Dalam acara tersebut, Presiden juga mengunjungi tempat pengolahan sagu yang berada di Desa Sungai Tohor.

Pada kunjungan itu, Presiden didampingi Ibu Negara Iriana Widodo serta Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya.

Sebelumnya Presiden berencana melakukan peninjauan pada Rabu, namun karena cuaca buruk di langit Kabupaten Siak, maka tim kepresidenan memutuskan untuk menunda kunjungan. (*/hrb)

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Macroeconomy 13 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 45 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 56 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 60 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia