Jumat, 15 Mei 2026

ICMI Usulkan 7 Langkah Pencegahan & Mitigasi Omicron

Penulis : Novy Lumanauw
5 Feb 2022 | 13:52 WIB
BAGIKAN
ICMI
ICMI

JAKARTA, investor.id -  Perkembangan penyebaran Omicron varian Covid-19 yang begitu cepat, mendorong MPP ICMI bergerak cepat dalam mendukung langkah-langkah pencegahan serta mitigasi yang dilakukan pemerintah dan masyarakat, melalui 7 langkah penting.

Ketujuh hal penting itu disampaikan dalam  acara Webinar bertema "Perkembangan Terbaru Omicron: Bangsa Indonesia Harus Berbuat Apa?," yang digelar MPP ICMI Bidang 6 (Kesehatan, Perempuan, Anak, dan Pemuda), pada Jumat malam (4/2) terdiri atas, pertama waspada terhadap Virus Omicron.

Kedua, membantu edukasi untuk vaksin dan booster.

Ketiga, tetap patuhi protokol kesehatan dengan menggunakan masker.

ADVERTISEMENT

Keempat,  melakukan aktifitas secara daring.

Kelima, menyiapkan kontingensi plan utk Menyiapkan rencana penanganan bila terjadi ledakan pandemi. 

Keenam, perketat karantina orang dari luar yang  masuk ke Indonesia.

Ketujuh, perketat 3 T (Tracking, Testing dan Treatment).

Webinar live ICMI TV ini menghadirkan dua narasumber expert yang membuka beragam perspektif. Pertama, ketua Satgas Covid-19 PB IDI sekaligus Guru Besar Penyakit Dalam Universitas Indonesia, Prof dr Zubairi Djoerban. Kedua, Prof Ridwan Amiruddin, Guru Besar Epidemiologi Universitas Hasanudin yang saat ini sebagai Ketua Umum Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia. Bertindak sebagai moderator adalah D. Zaenal Abidin Ketua Umum PB IDI 2012-2015.

Webinar diawali  saling sapa antar pengurus dan peserta zoom yang berdomisili dari berbagai daerah. Keynote speaker oleh ketua umum MPP ICMI, Prof Dr Arif Satria yang mengingatkan tentang cara hidup yang sangat berubah karena disrupsi akibat pandemi.

"Disrupsi telah merubah cara hidup kita. Untuk itu perlu langkah-langkah yang adaptif agar umat manusia mampu bertahan dalam perubahan yang terjadi," imbuh Arif.

Dalam acara itu, Prof Riri sebagai wakil ketua umum ICMI yang mengadakan acara Webinar memberikan sambutan. Selanjutnya, pengantar Webinar dipapaparkan oleh ketua koordinasi bidang MPP ICMI, Prof Fachmi Idris MKes. 

Prof Fachmi mengingatkan bahwa Gelombang ke 3 Pandemi Covid di Indonesia adalah nyata dan dapat memberikan tekanan pada sistem kesehatan Indonesia. Fachmi menyampaikan, "memang benar saat ini tingkat keterisian RS masih rendah, namun harus diingat karena omicron menyebar cepat, maka kasus akan sangat  banyak, sehingga  walau persentase yang terkena covid membutuhkan rumah sakit kecil, akhirnya secara kuantitas juga tetap tinggi." 

Ditambahkan Fachmi, "dikhawatirkan karena penularan di tingkat komunitas tinggi, banyak tenaga kesehatan tertular di rumah tinggal mereka, akibatnya tidak dapat bertugas karena harus isoman. Ini menambah tekanan kepada sistem kesehatan yang juga harus diantisipasi. Bukan hanya menghitung kesiapan tempat tidur semata."

Dia menyarankan agar tidak menggunakan masker kain, namun menggunakan masker N95 untuk jaga prokes. Tak lupa jangan ragu untuk vaksin booster.

Yang paling penting,  "ICMI harus bergerak diupaya  counter hoax. Membantu menghimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik, dan terus mengupdate informasi resmi juga waspada terhadap informasi yang sumbernya tidak dapat dipertanggungjawabkan", demikian kesimpulan webinar yang dirangkum dr Zaenal sebagai moderator acara.  

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 11 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 22 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 26 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia