Jumat, 15 Mei 2026

Bangun Kemandirian Pangan, Jokowi: Jangan Paksa Daerah Keluar dari Kekuatannya

Penulis : Lenny Tristia Tambun
21 Jun 2022 | 14:25 WIB
BAGIKAN
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan semua pihak, baik pemerintah, pemangku kepentingan dan masyarakat harus bergotong royong membangun kemandirian pangan
Sumber: Istimewa
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan semua pihak, baik pemerintah, pemangku kepentingan dan masyarakat harus bergotong royong membangun kemandirian pangan Sumber: Istimewa

JAKARTA, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan semua pihak, baik pemerintah, pemangku kepentingan dan masyarakat harus bergotong royong membangun kemandirian pangan. Namun, tidak memaksa daerah keluar dari kekuatan atau karakter di sektor pangannya.

Hal itu disampaikan Jokowi saat memberikan sambutan dalam acara Rakernas II PDIP di Sekolah Partai DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (21/6/2022).

Oleh sebab itu, kita harus bergotong-royong membangun kemandirian pangan, berdikari di urusan pangan. Kedaulatan pangan, ketahanan pangan betul-betul harus menjadi konsentrasi kita, fokus kita ke depan,” kata Jokowi.

ADVERTISEMENT

Untuk membangun kemandirian pangan, Jokowi meminta setiap daerah harus memiliki keunggulan pangan masing-masing sesuai dengan karakteristik tanahnya, kondisi masyarakatnya dan sesuai dengan tradisi makan warganya.

Sehingga pemerintah tidak perlu memaksa rakyatnya untuk menanam kebutuhan pangan yang tidak sesuai dengan karakteristik tanah serta kondisi dan tradisi masyarakat di daerah itu.

“Jangan dipaksa-paksa, karena memang setiap daerah itu memiliki karakter yang berbeda-beda,” ujar Jokowi.

Ia mencontohkan Papua. Tanah di Papua sangat cocok ditanami pohon sagu dan tradisi makanan pokok warganya juga sagu.

“Jangan kita paksa-paksa mereka untuk makan padi, makan beras. Kita paksa-paksa untuk menanam padi, untuk makan nasi. Jangan kita paksa untuk keluar dari kekuatannya, dari karakternya,” terang Jokowi.

Apalagi semua mengetahui, lanjut Jokowi, sagu justru makanan yang paling sehat karena gluten free atau tidak mengandung gula. Makanan seperti ini yang akan dikejar negara-negara lain.

“Hal-hal yang seperti ini yang kita sering lupa. Termasuk porang. Kenapa dikejar, karena juga sangat rendah gulanya, makanan sangat sehat,” terang Jokowi.

Kemudian ada juga tanaman sorgum yang hanya cocok ditanam di wilayah Nusa Tenggara Timur. Sorgum bisa menjadi alternatif pengganti gandum yang saat ini sedang mengalami kenaikan harga sangat tinggi akibat perang. Bahkan pemerintah telah mencoba menanam sorgum di lahan seluas 40 hektare di Waingapu, NTT.

“Tanpa air yang banyak, sorgum di NTT ternyata tumbuh sangat subur dan tubuh sangat hijau. Ternyata sebelumnya memang warga di NTT itu, nanamnya sorgum atau cantel. Tapi bergeser ke beras. Disinilah kekeliruannya,” tukas Jokowi.

“Janganlah NTT kita paksa untuk keluar dari kekuatannya. Apalagi sorgum bisa menjadi alternatif pengganti gandum yang harganya saat ini sedang melambung sangat tinggi dan kita tergantung impor dari luar, begitu perang sekarang sorgum naiknya sampai di atas 30%, impor kita gandum sekarang ini 11 juta ton, sangat besar sekali. Ini yang harus mulai,” tambah Jokowi.

Dalam kesempatan itu, Jokowi berterima kasih kepada Ketua Umum PDIP Megawati yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang telah mengarahkan badan ini kepada riset dan penelitian yang berkaitan dengan pangan.

“Saya berterima kasih kepada Ibu Mega. BRIN sekarang diarahkan kepada riset, penelitian hal-hal yang berkaitan dengan pangan. Arahnya ke depan benar, memang harus kesana,” ucap Jokowi.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 17 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia