Jumat, 15 Mei 2026

Jokowi gelar Rapat untuk Matangkan Persiapan KTT G-20

Penulis : Lenny Tristia Tambun
3 Okt 2022 | 14:14 WIB
BAGIKAN
Presiden Jokowi kembali memimpin rapat bersama jajaran kabinetnya untuk mematangkan berbagai persiapan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (3/10/2022).
Presiden Jokowi kembali memimpin rapat bersama jajaran kabinetnya untuk mematangkan berbagai persiapan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (3/10/2022).

JAKARTA, investor.id - Penyelenggaraan pertemuan puncak negara-negara G-20 di Bali pada November 2022 makin dekat. Untuk itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali memimpin rapat bersama jajaran kabinetnya untuk mematangkan berbagai persiapan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (3/10/2022).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menjelaskan dalam rapat tersebut dibahas persiapan baik dari segi substansi maupun teknis. "Dalam substansi sudah disampaikan bahwa Indonesia ini salah satu yang hampir semua working group, engagement group-nya selesai," kata Airlangga dalam keterangannya seusai rapat dengan Jokowi.

Airlangga menambahkan dalam pertemuan jalur sherpa (sherpa meeting), masih akan dibahas substansi seputar ekonomi, kesehatan, dan keuangan. Menurutnya, dalam rapat tersebut, para menteri juga telah menyampaikan laporan kepada Presiden Jokowi mengenai format dan bentuk laporan akhir nanti.

ADVERTISEMENT

"Tadi disampaikan ke Bapak Presiden dan pada prinsipnya persetujuan mengenai format dan bentuk laporan akhir yang masih akan dibahas di dalam empat putaran sous-sherpa di bidang kegiatan-kegiatan dari konten," ujar Airlangga Hartarto.

Selain itu, dalam rapat juga dibahas mengenai kesiapan di Bali juga detail sesi pada saat KTT G-20 nanti. Menurut Airlangga, Indonesia berharap agar keseluruhan hasil pembahasan para pemimpin negara G20 bisa sederhana dan dirangkum dalam 34 paragraf.

"Ini sudah mulai dipersiapkan. Memang beberapa negara, terutama negara-negara maju, masih mendorong agar masalah yang terkait dengan Ukraina itu menjadi kesepakatan bersama, sementara kita ingin masuk dalam leaders' declaration," jelas Airlangga Hartarto.

Untuk memastikan kesiapan Bali sebagai tuan rumah, Presiden Jokowi akan meninjau langsung lokasi pelaksanaan pertemuan G-20. Presiden juga ingin memastikan detail agenda pertemuan karena agenda KTT G-20 berdekatan waktunya dengan pertemuan internasional lainnya yaitu KTT ASEAN dan APEC.

"Jadi dari segi teknis maupun format ini masih ada pembahasan-pembahasan yang harus didalami lagi. Namun, dari segi kesiapan, Bapak Presiden akan meninjau ke Bali untuk mengecek detail kesiapan agenda tersebut. Kita ketahui bahwa agenda dari G-20 nanti adalah sangat berhimpitan dengan agenda ASEAN sebelumnya, agenda G-20, dan agenda APEC, sehingga jadwal di bulan November nanti akan sangat padat," tegas Airlangga.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 26 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 58 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 1 jam yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia