Jumat, 15 Mei 2026

Pramono Anung Sebut Rombongan Presiden Jokowi Sempat Distop Milisi

Penulis : Syukri Rahmatullah
25 Nov 2022 | 00:59 WIB
BAGIKAN
Sekretaris Kabinet, Pramono Anung saat hadir menjadi bintang tamu dalam "Obrolan Malam Fristian" di BTV. (Foto: Beritasatu.com/Stefany Wijaya)
Sekretaris Kabinet, Pramono Anung saat hadir menjadi bintang tamu dalam "Obrolan Malam Fristian" di BTV. (Foto: Beritasatu.com/Stefany Wijaya)

JAKARTA, investor.id – Rombongan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat menghadapi hambatan dalam perjalanan dari Polandia menuju Ukraina. Perjalanan kereta selama 12 jam banyak melewati basis milisi. Bahkan, rombongan Presiden Jokowi sempat dihentikan milisi.

Demikian cerita Sekretaris Kabinet Pramono Anung saat mendampingi Presiden Jokowi dalam kunjungan ke Ukraina dan Rusia, belum lama ini.

“Setelah kita memutuskan untuk berangkat, perjalanan itu tidak semudah yang dipikirkan. Perjalanan 12 jam menggunakan kereta, di sepanjang jalan itu ada milisi. Bahkan kita sempat distop oleh milisi,” kenang Pramono saat hadir di "Obrolan Malam Fristian" di BTV, Kamis (24/11/2022).

ADVERTISEMENT

Pramono mengungkapkan, sebelum berangkat menuju Ukraina dan Rusia, banyak pihak pesimistis rombongan Jokowi akan diterima dengan baik oleh Presiden Rusia Vladimir Putih maupun Presiden Ukraina Volodimir Zelenskyy. Hal ini tidak terlepas dari situasi di Ukraina yang panas saat itu.

“Karena memang tarik menarik dua kutub sangat kuat sekali,” ujarnya.

Namun, Jokowi mampu menjawab keraguan tersebut. Dalam kesempatan itu, Pramono mengungkapkan kunjungan Presiden Jokowi ke Ukraina dan Rusia, setelah dari pertemuan G7 di Munich membuat banyak kepala negara terperangah.

“Termasuk yang membuat beberapa kepala negara kaget, ketika Presiden hadir di G7 di Munich, kemudian Presiden pergi ke Ukraina dan Rusia. Itulah yang membuat mata dunia terperangah dengan apa yang dilakukan Presiden Jokowi,” ujarnya.

Diplomasi di Rusia dan Ukraina menjadi salah satu faktor yang membuat Presiden Jokowi sukses menghadirkan 17 kepala negara di KTT G20 di Bali. Padahal, KTT G20 sebelumnya kebanyakan dihadiri secara virtual oleh kepala negara.

“Saya bersyukur hampir selama di kabinet, mendampingi Presiden menghadiri KTT G20 di China, Jerman, Saudi Arabia, dan Italia,” katanya.

Dikatakan, di setiap KTT kebanyakan dihadiri secara virtual oleh kepala negara. Bahkan, KTT G20 di Italia, hampir lebih dari separuh hadir secara virtual. Bahkan, awalnya di KTT G20, banyak pemimpin negara ingin hadir secara virtual. Namun, akhirnya Indonesia berhasil mendatangkan 17 kepala negara ke Bali.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 3 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 35 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 46 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 50 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia