Menu
Sign in
@ Contact
Search
Sekretaris Kabinet, Pramono Anung saat hadir menjadi bintang tamu dalam

Sekretaris Kabinet, Pramono Anung saat hadir menjadi bintang tamu dalam "Obrolan Malam Fristian" di BTV. (Foto: Beritasatu.com/Stefany Wijaya)

Pramono Anung Sebut Rombongan Presiden Jokowi Sempat Distop Milisi

Jumat, 25 November 2022 | 00:59 WIB
Syukri Rahmatullah (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Rombongan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat menghadapi hambatan dalam perjalanan dari Polandia menuju Ukraina. Perjalanan kereta selama 12 jam banyak melewati basis milisi. Bahkan, rombongan Presiden Jokowi sempat dihentikan milisi.

Demikian cerita Sekretaris Kabinet Pramono Anung saat mendampingi Presiden Jokowi dalam kunjungan ke Ukraina dan Rusia, belum lama ini.

“Setelah kita memutuskan untuk berangkat, perjalanan itu tidak semudah yang dipikirkan. Perjalanan 12 jam menggunakan kereta, di sepanjang jalan itu ada milisi. Bahkan kita sempat distop oleh milisi,” kenang Pramono saat hadir di "Obrolan Malam Fristian" di BTV, Kamis (24/11/2022).

Baca juga: Blak-blakan, Menko Airlangga Hartarto Ungkap Rahasia Dibalik Kesuksesan KTT G20 Bali

Pramono mengungkapkan, sebelum berangkat menuju Ukraina dan Rusia, banyak pihak pesimistis rombongan Jokowi akan diterima dengan baik oleh Presiden Rusia Vladimir Putih maupun Presiden Ukraina Volodimir Zelenskyy. Hal ini tidak terlepas dari situasi di Ukraina yang panas saat itu.

“Karena memang tarik menarik dua kutub sangat kuat sekali,” ujarnya.

Namun, Jokowi mampu menjawab keraguan tersebut. Dalam kesempatan itu, Pramono mengungkapkan kunjungan Presiden Jokowi ke Ukraina dan Rusia, setelah dari pertemuan G7 di Munich membuat banyak kepala negara terperangah.

Baca juga: Soal Kesuksesan KTT G20, Sandiaga Uno: Nobody Expected

“Termasuk yang membuat beberapa kepala negara kaget, ketika Presiden hadir di G7 di Munich, kemudian Presiden pergi ke Ukraina dan Rusia. Itulah yang membuat mata dunia terperangah dengan apa yang dilakukan Presiden Jokowi,” ujarnya.

Diplomasi di Rusia dan Ukraina menjadi salah satu faktor yang membuat Presiden Jokowi sukses menghadirkan 17 kepala negara di KTT G20 di Bali. Padahal, KTT G20 sebelumnya kebanyakan dihadiri secara virtual oleh kepala negara.

Baca juga: Disuntik Vaksin Booster Kedua, Jokowi Ajak Masyarakat Segera Booster

“Saya bersyukur hampir selama di kabinet, mendampingi Presiden menghadiri KTT G20 di China, Jerman, Saudi Arabia, dan Italia,” katanya.

Dikatakan, di setiap KTT kebanyakan dihadiri secara virtual oleh kepala negara. Bahkan, KTT G20 di Italia, hampir lebih dari separuh hadir secara virtual. Bahkan, awalnya di KTT G20, banyak pemimpin negara ingin hadir secara virtual. Namun, akhirnya Indonesia berhasil mendatangkan 17 kepala negara ke Bali.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com