Pramono Anung Sebut Rombongan Presiden Jokowi Sempat Distop Milisi
JAKARTA, investor.id – Rombongan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat menghadapi hambatan dalam perjalanan dari Polandia menuju Ukraina. Perjalanan kereta selama 12 jam banyak melewati basis milisi. Bahkan, rombongan Presiden Jokowi sempat dihentikan milisi.
Demikian cerita Sekretaris Kabinet Pramono Anung saat mendampingi Presiden Jokowi dalam kunjungan ke Ukraina dan Rusia, belum lama ini.
“Setelah kita memutuskan untuk berangkat, perjalanan itu tidak semudah yang dipikirkan. Perjalanan 12 jam menggunakan kereta, di sepanjang jalan itu ada milisi. Bahkan kita sempat distop oleh milisi,” kenang Pramono saat hadir di "Obrolan Malam Fristian" di BTV, Kamis (24/11/2022).
Pramono mengungkapkan, sebelum berangkat menuju Ukraina dan Rusia, banyak pihak pesimistis rombongan Jokowi akan diterima dengan baik oleh Presiden Rusia Vladimir Putih maupun Presiden Ukraina Volodimir Zelenskyy. Hal ini tidak terlepas dari situasi di Ukraina yang panas saat itu.
“Karena memang tarik menarik dua kutub sangat kuat sekali,” ujarnya.
Namun, Jokowi mampu menjawab keraguan tersebut. Dalam kesempatan itu, Pramono mengungkapkan kunjungan Presiden Jokowi ke Ukraina dan Rusia, setelah dari pertemuan G7 di Munich membuat banyak kepala negara terperangah.
“Termasuk yang membuat beberapa kepala negara kaget, ketika Presiden hadir di G7 di Munich, kemudian Presiden pergi ke Ukraina dan Rusia. Itulah yang membuat mata dunia terperangah dengan apa yang dilakukan Presiden Jokowi,” ujarnya.
Diplomasi di Rusia dan Ukraina menjadi salah satu faktor yang membuat Presiden Jokowi sukses menghadirkan 17 kepala negara di KTT G20 di Bali. Padahal, KTT G20 sebelumnya kebanyakan dihadiri secara virtual oleh kepala negara.
“Saya bersyukur hampir selama di kabinet, mendampingi Presiden menghadiri KTT G20 di China, Jerman, Saudi Arabia, dan Italia,” katanya.
Dikatakan, di setiap KTT kebanyakan dihadiri secara virtual oleh kepala negara. Bahkan, KTT G20 di Italia, hampir lebih dari separuh hadir secara virtual. Bahkan, awalnya di KTT G20, banyak pemimpin negara ingin hadir secara virtual. Namun, akhirnya Indonesia berhasil mendatangkan 17 kepala negara ke Bali.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah
Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.Ujian Berat bagi Saham BUMI
Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaTag Terpopuler
Terpopuler






