Jumat, 15 Mei 2026

Jokowi Sebut jika Lockdown saat Awal Pandemi, Rakyat Bisa Rusuh

Penulis : Agnes Tahir Purba / Fana F Suparman
26 Jan 2023 | 11:32 WIB
BAGIKAN
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Rapat Koordinasi Nasional Transisi Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) Tahun 2023, Kamis (26/1/2023).
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Rapat Koordinasi Nasional Transisi Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) Tahun 2023, Kamis (26/1/2023).

JAKARTA, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan pengalamannya saat awal-awal masa pandemi Covid-19, terutama perihal lockdown.

Ketika itu, muncul tekanan dari sejumlah pihak, mulai dari menteri, DPR, dan partai yang meminta Jokowi untuk mengambil kebijakan lockdown seperti negara lain.

“Saat memutuskan lockdown atau enggak lockdown, rapat menteri 80%, ‘Pak, lockdown karena semua negara memang melakukan itu'. Enggak dari DPR, enggak dari partai. Semuanya lockdown," ungkap Jokowi dalam Rapat Koordinasi Nasional Transisi Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) Tahun 2023, Kamis (26/1/2023).

ADVERTISEMENT

Menurut Jokowi, dalam situasi krisis dan penuh tekanan, diperlukan kejernihan berpikir untuk mengambil keputusan. Keputusan yang terburu-buru justru akan menimbulkan kesalahan.

Jokowi memperkirakan, jika saat itu diputuskan lockdown, dalam waktu dua atau tiga minggu rakyat bisa rusuh karena tidak dapat mencari nafkah.

"Coba misalnya kita putuskan lockdown, hitungan saya dalam dua atau tiga minggu rakyat sudah enggak bisa, enggak memiliki peluang, kecil untuk mencari nafkah. Semuanya ditutup. Negara tidak bisa memberikan bantuan kepada rakyat, apa yang terjadi? Rakyat pasti rusuh," tuturnya.

Jokowi menegaskan, hal itu menjadi pertimbangannya untuk memutuskan tidak lockdown. Bahkan Jokowi mengaku menjalani semedi selama tiga hari untuk memutuskan tidak lockdown.

"Saya semedi tiga hari,” ucap Jokowi sambil tersenyum, yang disambut tawa kecil peserta rakornas.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 13 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 45 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 56 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 60 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia