Jumat, 15 Mei 2026

Ganjar Ditetapkan Capres, PDIP bisa Jadi Poros Utama Lahirnya Koalisi Besar 

Penulis : Yutinus Paat
24 Apr 2023 | 14:00 WIB
BAGIKAN
Ganjar Pranowo
Ganjar Pranowo

JAKARTA, Investor.id - Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Sirojudin Abbas menilai PDIP bisa menjadi poros utama lahirnya Koalisi Besar usai menetapkan Gubernur Jawa Tengah Capres Ganjar Pranowo sebagai untuk Pilpres 2024. Pasalnya, PDIP memiliki capres dengan elektabilitas tertinggi dan masih membutuhkan koalisi lain.

"Tidak tertutup kemungkinan akan lahir Koalisi Besar dengan poros utamanya adalah PDIP. Sebab, PDIP besar kemungkinan menarik sejumlah partai yang sementara ini sudah memiliki koalisi," ujar Abbas di Jakarta, Senin (24/4/2023).

Dia menuturkan bahwa PDIP sebenarnya  bisa maju sendiri, karena sudah memiliki modal administratif untuk mencalonkan sendiri pasangan capres-cawapres dan sudah memiliki tokoh kuat. Namun, hal tersebut tidak berarti PDIP tidak butuh koalisi. 

ADVERTISEMENT

"Itulah sebabnya, PDIP berpotensi mengubah peta koalisi, bisa kemungkinan menarik sejumlah partai yang sementara ini sudah memiliki koalisi. Yang berpotensi tertarik bukan hanya partai-partai yang ada di KIB (Koalisi Indonesia Bersatu), melainkan juga partai-partai yang ada di KKIR (Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya). Arahnya ke penyederhanaan jumlah koalisi," jelas Abbas.

Lebih lanjut, Abbas menegaskan, perekat utama koalisi adalah figur calon presiden, bukan oleh ideologi atau platform ideologi atau agenda kebijakan yang dijual partai. 

"Magnet utamanya adalah tokoh dengan elektabilitas tinggi. Partai-partai akan cenderung berkerumun di sekitar tokoh potensial tersebut," ungkap dia.

Saat ini, kata Abbas, sudah ada tiga koalisi besar dan dua koalisi sudah memiliki tokoh dengan elektabilitas baik. Pertama, Koalisi Perubahan yang diisi Nasdem, Demokrat dan PKS yang sudah memiliki Anies Baswedan.

Kedua, adalah Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) yang dibentuk Gerindra dan PKB dengan tokoh sentralnya Ketum Gerindra Prabowo Subianto.

"Koalisi yang paling rentan berubah adalah Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang diisi oleh Golkar, PAN, PPP. Sumber kerentanannya adalah calon. Koalisi ini belum memiliki calon yang kuat," terang Abbas.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 10 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 22 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 25 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia