Jumat, 15 Mei 2026

7 Kali Bilang Cawe-cawe, Jokowi Tak Ingin Indonesia Terpuruk

Penulis : Syukri Rahmatullah / Ichsan Ali
30 Mei 2023 | 05:02 WIB
BAGIKAN
Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Presiden Joko Widodo (Jokowi).

JAKARTA, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengucapkan kata cawe-cawe sebanyak tujuh kali saat bertemu dengan sejumlah pemimpin redaksi media nasional, di Istana Negara, Senin (29/5/2023). Jokowi seakan-akan ingin menegaskan bahwa dirinya bakal cawe-cawe atau ikut campur untuk kepentingan bangsa dan negara.

"Ada statement beliau yang menarik hari ini, yaitu beliau ingin cawe-cawe, itu bahasa Jawa ya. Kalau dalam bahasa Indonesia itu ikut campur dalam kepentingan bangsa. Itu yang beliau ungkapkan berulang kali, kenapa beliau sangat concern terhadap kepentingan bangsa. Beliau ingin konsistensi pembangunan, Indonesia tidak terpuruk kembali, dan berharap saat ini Indonesia dikatakan sangat dipercaya di mata dunia," kata Direktur Pemberitaan B-Universe Apreyvita Wulansari, usai menghadiri pertemuan antara Jokowi dan sejumlah pemimpin redaksi di Istana Negara, seperti dilansir Beritasatu.com, Senin malam (29/5/2023).

Saat ini, lanjutnya, Indonesia sudah dipandang dunia. Hal ini terbukti saat Indonesia dipercaya menggelar event internasional dari G20 hingga KTT ASEAN. Bahkan dalam sejumlah pertemuan internasional, Indonesia selalu diperhitungkan.

ADVERTISEMENT

"Mungkin teman-teman ingat beberapa waktu yang lalu, Pak Jokowi dipanggil oleh beberapa kepala negara saat di Hiroshima, Jepang. Itu menunjukkan bahwa Indonesia memiliki power, bukan hanya di Asia, tetapi di seluruh dunia. Menurut saya, poin yang ingin disampaikan Pak Jokowi itu untuk masalah beliau ikut campur dalam hal apa, concern-nya untuk bangsa, saya akan melakukan apa saja," tuturnya.

Sementara itu, melalui keterangan tertulis, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin menjelaskan maksud dari ucapan tersebut. Menurut dia, Jokowi ingin memastikan Pemilu 2024 dapat berlangsung secara demokratis, jujur, dan adil.

"Presiden berkepentingan terselenggaranya pemilu dengan baik dan aman tanpa meninggalkan polarisasi atau konflik sosial di masyarakat," jelasnya. 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 24 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 28 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia