Jumat, 15 Mei 2026

Bappenas: 7 Upaya Prioritas Dukung Transformasi Ekonomi 2045

Penulis : Grace El Dora
30 Mei 2023 | 11:43 WIB
BAGIKAN
Gelaran Forum Group Discussion (FGD) dengan tema Visi Indonesia 2045 dan Harapan Mewujudkan Negara Nusantara Berdaulat, Maju, dan Berkelanjutan di Jakarta pada 29 Mei 2023. (Foto: ANTARA/Bayu Saputra)
Gelaran Forum Group Discussion (FGD) dengan tema Visi Indonesia 2045 dan Harapan Mewujudkan Negara Nusantara Berdaulat, Maju, dan Berkelanjutan di Jakarta pada 29 Mei 2023. (Foto: ANTARA/Bayu Saputra)

JAKARTA, investor.id – Deputi Bidang Ekonomi Bappenas Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan terdapat tujuh upaya super prioritas yang telah disiapkan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) guna mendukung transformasi ekonomi Indonesia 2045.

Upaya pertama adalah dengan meningkatkan anggaran dalam Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Inovasi (IPTEKIN), serta berfokus pada komersialisasi industri.

“Dalam mendukung transformasi ekonomi 2045, pengembangan IPTEKIN jadi upaya kunci yang akan difokuskan pemerintah untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045,” kata Amalia di Jakarta, dilansir dari Antara pada Selasa (30/5).

ADVERTISEMENT

Kedua, pemerintah akan meningkatkan industrialisasi dengan hilirisasi komoditas unggulan hingga produk akhir padat karya terampil, pada teknologi dan inovasi, serta berorientasi pada ekspor.

Ketiga, mengacu pada sumber pertumbuhan ekonomi baru seperti ekonomi biru, bioekonomi, dan ekonomi kreatif berbasis kekayaan intelektual.

Kemudian keempat, pemerintah akan mempercepat transisi energi terbarukan dengan didukung oleh jaringan listrik terintergrasi serta transportasi hijau.

Kelima, menciptakan platform super untuk mempercepat transformasi digital serta memproduksi lebih banyak lagi talenta digital.

Keenam, pemerintah akan berupaya membangun integrasi kontektivitas dengan kawasan pertumbuhan ekonomi. Kemudian ketujuh, memfokuskan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi kota hutan berkelanjutan.

Adapun sebelumnya Amalia mengungkapkan alasan Indonesia dalam satu dekade terakhir terjebak dalam pertumbuhan ekonomi di kisaran 5% saja. Permasalah pertama adalah tingkat produktivitas Indonesia yang masih dianggap rendah, dibandingkan negara-negara Asia lainnya.

“Bahkan jika dibandingkan dengan bagaimana produktivitas kerja kita jauh lebih rendah, jika dibandingkan dengan negara-negara maju yang ada saat ini, kita juga di bawah Tiongkok,” ujar Amalia, Senin (29/5).

Permasalahan lainnya yakni karena kontribusi sektor manufaktur Indonesia terhadap PDB yang terus menurun. Kontribusi sektor manufaktur Indonesia sempat menyentuh angka 27,4% dari produk domestik bruto (PDB) pada 2005. Namun, pada 2022 lalu kontribusinya kembali menurun 18,3% dari PDB.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 17 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 28 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 32 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia