Bappenas: 7 Upaya Prioritas Dukung Transformasi Ekonomi 2045
JAKARTA, investor.id – Deputi Bidang Ekonomi Bappenas Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan terdapat tujuh upaya super prioritas yang telah disiapkan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) guna mendukung transformasi ekonomi Indonesia 2045.
Upaya pertama adalah dengan meningkatkan anggaran dalam Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Inovasi (IPTEKIN), serta berfokus pada komersialisasi industri.
“Dalam mendukung transformasi ekonomi 2045, pengembangan IPTEKIN jadi upaya kunci yang akan difokuskan pemerintah untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045,” kata Amalia di Jakarta, dilansir dari Antara pada Selasa (30/5).
Kedua, pemerintah akan meningkatkan industrialisasi dengan hilirisasi komoditas unggulan hingga produk akhir padat karya terampil, pada teknologi dan inovasi, serta berorientasi pada ekspor.
Ketiga, mengacu pada sumber pertumbuhan ekonomi baru seperti ekonomi biru, bioekonomi, dan ekonomi kreatif berbasis kekayaan intelektual.
Kemudian keempat, pemerintah akan mempercepat transisi energi terbarukan dengan didukung oleh jaringan listrik terintergrasi serta transportasi hijau.
Kelima, menciptakan platform super untuk mempercepat transformasi digital serta memproduksi lebih banyak lagi talenta digital.
Keenam, pemerintah akan berupaya membangun integrasi kontektivitas dengan kawasan pertumbuhan ekonomi. Kemudian ketujuh, memfokuskan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi kota hutan berkelanjutan.
Adapun sebelumnya Amalia mengungkapkan alasan Indonesia dalam satu dekade terakhir terjebak dalam pertumbuhan ekonomi di kisaran 5% saja. Permasalah pertama adalah tingkat produktivitas Indonesia yang masih dianggap rendah, dibandingkan negara-negara Asia lainnya.
“Bahkan jika dibandingkan dengan bagaimana produktivitas kerja kita jauh lebih rendah, jika dibandingkan dengan negara-negara maju yang ada saat ini, kita juga di bawah Tiongkok,” ujar Amalia, Senin (29/5).
Permasalahan lainnya yakni karena kontribusi sektor manufaktur Indonesia terhadap PDB yang terus menurun. Kontribusi sektor manufaktur Indonesia sempat menyentuh angka 27,4% dari produk domestik bruto (PDB) pada 2005. Namun, pada 2022 lalu kontribusinya kembali menurun 18,3% dari PDB.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






