Sumatra Utara, Papua Barat, dan Papua Barat Daya Siap Jadi Model Pembangunan Rendah Karbon
JAKARTA, investor.id – Proyek PME yang juga dikenal sebagai Ekosistem Gambut dan Mangrove yang berfokus pada mitigasi, adaptasi melalui konservasi, dan penghidupan berkelanjutan di ekosistem gambut dan mangrove Indonesia, resmi rampung setelah tiga tahun pelaksanaan.
Proyek yang didanai oleh International Climate Initiative (IKI) ini menitikberatkan pada pengurangan langsung emisi gas rumah kaca melalui perlindungan, restorasi, dan pengelolaan ekosistem gambut dan mangrove yang efisien dan efektif. Kegiatannya meliputi dukungan penguatan kebijakan, peningkatan kapasitas, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta perlindungan dan konservasi keanekaragaman hayati.
Melalui proyek IKI-PME, yang dipimpin oleh Konservasi Indonesia bekerja sama dengan Wetlands International Indonesia (YLBA) dan Center for International Forestry Research (CIFOR), seluas 742.234 hektare (ha) ekosistem gambut dan mangrove telah berhasil didukung dalam retensi yang luas dan pengelolaan yang efektif melalui peningkatan konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan di provinsi percontohan, yaitu Sumatra Utara, Papua Barat, dan sebagian wilayah Papua Barat Daya – setelah pembagian provinsi baru.
Intervensi dilakukan melalui fasilitasi penguatan kebijakan dalam Rencana Kehutanan Tingkat Provinsi Papua Barat, serta pelaksanaan kegiatan patroli menggunakan alat pemantauan dan pelaporan spasial atau Spatial Monitoring and Reporting Tools (SMART). Sedangkan restorasi gambut telah diselesaikan di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara.
Sebanyak 2.500 orang dari tiga provinsi tersebut telah mendapatkan peningkatan kapasitas melalui 98 pelatihan di Papua Barat dan 30 pelatihan di Tapanuli Selatan. Dari pelatihan tersebut masyarakat provinsi telah mendapatkan pelatihan diversifikasi produk, seperti budidaya ikan dan bebek, kompos blok, minyak sereh wangi, sedotan berbahan dasar tapioka, dan eco-printing sebagai mata pencaharian berkelanjutan di ekosistem gambut dan mangrove.
Baca Juga:
Luhut: Dekarbonisasi Jangan Hanya WacanaSelain itu, mereka diberikan juga peningkatan keterampilan dalam perbaikan dan perawatan mesin ketinting, perbaikan jaring ikan (gill net), serta kemampuan dalam identifikasi dan pemantauan potensi Sumber Daya Alam (SDA).
“Proyek seperti IKI-PME sangat mendukung agenda dan capaian dari Pemerintah Indonesia dalam Pembangunan Rendah Karbon (PRK), Pembangunan Berketahanan Iklim (PBI) sekaligus Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB). Kami berharap keberhasilan IKI-PME nantinya dapat direplikasi oleh provinsi lain yang pada akhirnya dapat berkontribusi dalam upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim Indonesia,” ungkap Direktur Kehutanan dan Sumber Daya Air Bappenas, Nur Hygiawati Rahayu di Jakarta, Selasa (27/6/2023).
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

