Sumatra Utara, Papua Barat, dan Papua Barat Daya Siap Jadi Model Pembangunan Rendah Karbon
Dari data yang dimiliki Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Provinsi Sumatra Utara, saat ini memiliki sekitar 38.205 ha mangrove dan 526,701 ha gambut. Khusus untuk ekosistem gambut, sebanyak 99,76% di antaranya masih perlu pengelolaan lebih maksimal karena Sumatra Utara merupakan provinsi ke delapan dalam luasan gambut secara nasional.
Sedangkan Papua Barat dan Papua Barat Daya luasan gambut mencapai 957,826 ha, mangrove 91,120 ha, dan gambut yang berasosiasi dengan mangrove seluas 332,407 ha. Dengan luasan ini, Papua Barat dan Papua Barat Daya menjadi provinsi kedua setelah Provinsi Papua dengan gambut dan mangrove terbesar serta terluas di Indonesia.
Ketua Dewan Pengurus Yayasan Konservasi Indonesia, Meizani Irmadhiany menyampaikan bahwa kerja sama dengan Bappenas melalui proyek IKI-PME ini berhasil membentuk Tim Koordinasi Strategis Lahan Basah yang kemudian melahirkan dokumen Strategi Nasional Lahan Basah Ekosistem Gambut dan Mangrove yang diluncurkan pada awal Februari lalu.
“Kami juga mendukung Rencana Kehutanan Tingkat Provinsi (RKTP) Papua Barat yang menjamin pencegahan konversi lahan gambut dan mangrove seluas 388.341 ha,” kata Meizani.
Lebih lanjut Meizani menambahkan, Konservasi Indonesia dan pihak swasta di Sumatra Utara telah menyelesaikan rencana restorasi gambut seluas 350 ha, yang implementasinya sedang dijalankan saat ini. “Dalam penilaian keanekaragaman hayati, kami menemukan 7 spesies terancam punah (berdasarkan kategori IUCN) di lokasi yang berpotensi lestari. Keberhasilan pemahaman masyarakat dalam melestarikan ekosistem mangrove dan gambut akan secara signifikan meningkatkan kapasitas adaptasi terhadap perubahan iklim di masa depan,” jelas Meizani.
Dalam kesempatan yang sama, Program Coordinator of Wetlands Restoration and Community Development Yayasan Lahan Basah, Eko Budi Priyanto menjelaskan bahwa proyek IKI-PME telah melakukan percontohan perlindungan dan pemulihan gambut bersama masyarakat. YLBA sendiri mengambil peran penting dalam proyek ini untuk wilayah Tapanuli Selatan.
“Secara jelas, dari kegiatan yang kami selesaikan di Sumatra Utara, ada perbaikan lahan gambut di Muara Manompas. Restorasi gambut yang berhasil dilakukan merupakan kerja sama dengan masyarakat melalui penanaman tanaman asli lahan gambut, yang dikenal dengan Palludiculture, di lahan seluas 200 ha,” ujar Eko.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

