Jumat, 15 Mei 2026

Faktor Popularitas Dongkrak Masyarakat Pilih Kaesang untuk Pilkada Jateng

Penulis : Hendro Dahlan Situmorang
7 Jul 2024 | 20:31 WIB
BAGIKAN
Ketum PSI Kaesang Pangarep di kantor DPP PSI di Jalan Wahid Hasyim, Tanah Abang, Jakarta, Jumat, 7 Juni 2024.
Ketum PSI Kaesang Pangarep di kantor DPP PSI di Jalan Wahid Hasyim, Tanah Abang, Jakarta, Jumat, 7 Juni 2024.

JAKARTA, investor.id – Popularitas Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep saat ini tidak tertandingi dbandingkan bakal calon lain yang akan maju pada pemilihan gubernur (Pilgub) Jawa Tengah. Faktor ini menurut Direktur Eksekutif sekaligus Pendiri Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, membuat Kaesang unggul sementara pada survei.

"Keunggulan sementara Kaesang terutama karena faktor popularitas. Terjadi ketimpangan popularitas antara Kaesang dibanding nama-nama bakal calon yang lain," kata Burhanuddin, saat memaparkan survei terbaru Indikator Politik Indonesia bertajuk Siapa Kuat di Jawa Tengah?: Dinamika Elektoral Jelang Pilkada secara daring pada Minggu (7/7/2024).

Menurutnya, popularitas merupakan hal mendasar dalam politik elektoral, tidak mungkin dipilih jika tidak dikenal. Populer juga belum tentu dipilih jika ada calon lain yang lebih disukai. Karena itu populer saja tidak cukup, citra personal calon juga harus positif.

ADVERTISEMENT

"Sementara ini Kaesang Pangarep 84,8% memiliki tingkat popularitas yang paling tinggi dibanding calon lainnya, selanjutnya Taj Yasin Maimoen 49%, dan Irjen Pol Ahmad Luthfi 45,9%. Sementara nama lain masih di bawah 50% popularitasnya," papar Muhtadi.

Kaesang Pangarep disukai 79,2% dari yang mengenalnya, Taj Yasin Maimoen disukai 86,3% dari yang mengenalnya, dan Irjen Pol Ahmad Luthfi disukai 74,6% dari yang mengenalnya.

"Popularitas Kaesang tak bisa dipisahkan dari figur ayahnya yang sangat popular di Jawa Tengah. 85% warga Jateng puas dengan kinerja Presiden Jokowi. Meski demikian, keunggulan sementara Kaesang tidaklah aman. Banyak yang menyatakan memilih Kaesang karena faktor ayahnya semata juga," ungkap dia.

Selain itu seperempat pemilih Kaesang menyatakan mendukung putra bungsu Presiden dalam survei ini karena mereka belum mengenal nama-nama bakal calon yang lain. Jika kedikenalan antar calon gubernur seimbang, maka elektabilitas Kaesang bisa saja tergerus.

Pilkada Provinsi Jawa Tengah sekitar lima bulan lagi, kandidat yang berhasil menjangkau paling banyak pemilih dalam sisa waktu ke depanlah yang paling berpotensi memenangkan pilkada di Provinsi Jawa Tengah.

Dijelaskan survei ini dilakukan selama satu pekan, yakni pada 10 sampai 17 Juni 2024. Survei melibatkan 800 responden Jawa Tengah berusia di atas 17 tahun yang dipilih melalui metode multistage random sampling. Margin of error diperkirakan sekitar 3,5% pada tingkat kepercayaan 95%.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 39 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 43 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 3 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 3 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia