Rapat Kabinet Pertama Digelar di IKN yang Masih Dirampungkan
JAKARTA, investor.id – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengadakan rapat kabinet pertamanya di ibu kota masa depan Nusantara (IKN) yang masih dalam proses pembangunan. Rapat bersama para menteri berlangsung di tengah lokasi konstruksi dan keraguan tentang keberlanjutan mega proyek ambisius tersebut.
Jokowi mulai bekerja dari kota tersebut dua minggu lalu. Ia berkantor di dalam lokasi konstruksi istana baru yang besar berbentuk Garuda berbentuk elang yang merupakan simbol negara. Kota tersebut akan menyelenggarakan perayaan pertama Hari Kemerdekaan Indonesia dalam waktu kurang dari seminggu.
Jokowi terlihat tampil bersama penggantinya, presiden terpilih Prabowo Subianto, di depan istana. Ia menegaskan upaya konstruksi senilai US$ 33 miliar (Rp 526,77 triliun) yang kontroversial itu akan sepadan.
"Ibu kota Nusantara adalah kanvas yang mengukir masa depan. Tidak semua negara memiliki kesempatan dan kemampuan untuk membangun ibu kota mereka mulai dari nol," ungkapnya, seperti dikutip Associated Press pada Senin (12/8/2024).
Prabowo berjanji pemerintahannya akan melanjutkan pekerjaan di kota baru tersebut setelah dilantik pada 20 Oktober 2024.
"Kami pasti akan menyelesaikannya, meskipun rencana garis besarnya memakan waktu puluhan tahun, seperti ibu kota negara lain juga memakan waktu yang sangat lama. Kita tidak boleh memaksakan, tetapi saya optimis dalam lima tahun saya kira akan berfungsi dengan sangat baik," katanya.
Baca Juga:
Presiden Jokowi Kembali Berkantor di IKNHari ini juga berlangsung upacara peletakan batu pertama untuk istana wakil presiden, serta sejumlah gedung yang didanai swasta.
Pemerintah berharap hanya membayar 20% dari anggaran yang direncanakan sebesar US$ 33 miliar, yang sangat bergantung pada investasi sektor swasta untuk membangun infrastruktur utama dan fasilitas publik.
Sebagai upaya untuk menarik investasi, awal bulan ini presiden memberikan insentif kepada investor dalam modal baru, termasuk hak atas tanah hingga 190 tahun.
Pembangunan kota baru dimulai pada pertengahan 2022, setelah Jokowi mengumumkan rencana untuk memindahkan ibu kota dari Jakarta. Kota metropolitan tersebut menderita polusi dan kemacetan, rentan terhadap gempa bumi, dan cepat tenggelam.
Para pejabat mengatakan kota itu akan menjadi kota hijau futuristik yang berpusat di sekitar hutan dan taman yang memanfaatkan sumber energi terbarukan dan pengelolaan limbah cerdas, tersebar di area seluas sekitar 2.600 kilometer persegi.
"Udara sejuk, udara bersih, seperti yang kita impikan, kita menginginkan ibu kota hijau, baik itu energinya, kendaraan listriknya, lingkungannya, udaranya, dan semuanya," ucap Presiden.
Namun, proyek yang menggunakan lahan yang diambil dari hutan Kalimantan itu dikritik oleh para pencinta lingkungan dan masyarakat adat.
Pihaknya mengatakan proyek itu merusak lingkungan, mempersempit habitat hewan yang terancam punah seperti orangutan, dan menggusur masyarakat adat yang bergantung pada lahan untuk mata pencaharian mereka.
Baca Juga:
Ada Bocoran Soal Proyek LRT di IKNEditor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






