Jumat, 15 Mei 2026

Menkeu Sri Mulyani Sebut Kebijakan The Fed Sesuai Harapan

Penulis : Arnoldus Kristianus
19 Sep 2024 | 13:57 WIB
BAGIKAN
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/tom)
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/tom)

JAKARTA, investor.id – Menteri Keuangan (Menkeu) RI Sri Mulyani Indrawati menyebutkan kebijakan yang diambil The Federal Reserve (The Fed) sudah sesuai harapan. Penurunan suku bunga acuan (Fed Funds Rate/ FFR) tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif untuk perekonomian dunia.

The Fed memutuskan untuk memangkas suku bunga untuk pertama kalinya sejak awal pandemi Covid-19 pada Kamis (19/9/2024) dini hari tadi. Pemotongan suku bunga acuan sebesar 0,5% atau 50 basis poin (bps) ini menjadi upaya bank sentral Amerika Serikat (AS) mencegah perlambatan di pasar tenaga kerja.

Sebelumnya bank sentral negara maju tersebut sedang berada dalam tren suku bunga tinggi (higher for longer).

ADVERTISEMENT

Higher for longer memang salah satu faktor yang memberikan dampak sangat besar terhadap kinerja perekonomian di negara-negara berkembang. Jadi penurunan ini adalah langkah yang memang kita harapkan,” papar Sri Mulyani usai mengikuti rapat paripurna di Gedung DPR, Kamis.

Menkeu mengatakan, kebijakan The Fed ini harus diantisipasi oleh semua negara. Penurunan suku bunga acuan The Fed juga berdampak baik terhadap perekonomian AS, di tengah ketidakpastian perekonomian dunia yang terjadi saat ini.

“Itu adalah suatu langkah yang sudah diantisipasi tentu dampaknya terhadap perekonomian diharapkan positif baik pada perekonomian Amerika Serikat dan juga kepada seluruh dunia,” jelas Sri Mulyani.

Sebelumnya Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memperkirakan The Fed akan menurunkan suku bunga acuan sebanyak tiga kali pada 2024 ini. Inflasi AS diperkirakan akan mendekati sasaran inflasi jangka menengah sebesar 2% di tengah melambatnya pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya angka pengangguran.

Perkembangan ini mendorong prospek penurunan suku bunga acuan The Fed yang lebih cepat dan lebih besar dari perkiraan semula. Dilihat dari hasil kajian BI dalam Rapat Dewan Gubernur BU (RDG BI) pada 17-18 September 2024, bank sentral memperkirakan FFR akan turun tiga kali tahun ini dan empat kali tahun depan.

“Perkiraan kami dengan data terbaru, kemungkinan FFR turun masing-masing 25 basis poin pada September, November, dan Desember 2024. Untuk tahun depan ada empat kali lagi,” ucap Perry.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 1 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 12 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 16 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 54 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 58 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia