Sertifikasi Halal Jadi Langkah Strategis Membangun Budaya Halal di RI
JAKARTA, investor.id - Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH Noor. Achmad MA.menyampaikan, sertifikasi halal menjadi sebuah langkah strategis dalam membangun budaya halal. Pada sektor usaha mikro, zakat dapat digunakan untuk membantu pelaku usaha dalam memperoleh sertifikasi halal.
Diketahui, Sertifikat Halal kini menjadi syarat penting bagi pengusaha terutama dibidang Kuliner, sesuai ketentuan Undang-undang Nomor 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH), produk yang masuk, beredar dan diperdagangkan di wilayah Indonesia wajib bersertifikat halal.
"Selama ini, BAZNAS telah berkontribusi dalam memfasilitasi sertifikasi halal kepada lebih dari 1000 mustahik pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kategori self declare sejak tahun 2020," jelas Kiai Noor dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (4/10/2024).
Selain itu, lanjut Kiai Noor, BAZNAS juga melakukan percepatan proses sertifikasi halal dengan mensertifikasi para pendamping program menjadi pendamping produk halal.
Dia mengatakan, pihaknya terus berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi umat melalui berbagai program pemberdayaan. Salah satunya adalah dengan memfasilitasi sertifikasi halal bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.
Program fasilitasi sertifikat halal ini lebih dari sekedar memenuhi syarat berusaha, tapi juga bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dan membangun citra yang baik bagi produk UMKM sehinga dapat membuka peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas, baik di dalam maupun luar negeri.
Sertifikat halal menjadi nilai tambah bagi produk UMKM, sehingga meningkatkan daya saingnya di tengah persaingan pasar yang ketat. Upaya Baznas dalam membantu UMKM mendapatkan sertifikat halal ini merupakan langkah nyata dalam mewujudkan ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan.
Baca Juga:
Potensi Besar Industri Halal IndonesiaSebagai informasi, BAZNAS kembali meraih penghargaan Best Halal Financial Support sub kategori Islamic Financial Institution dalam ajang Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) 2024 yang diselenggarakan oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI.
"Alhamdulillah, kita kembali mendapatkan penghargaan dari Kementerian Perindustrian dalam IHYA Awards 2024, kali ini kita masuk dalam kategori best halal financial institution atas kontribusi BAZNAS dalam mendukung Indonesia menjadi pusat halal dunia," kata Ketua BAZNAS.
Kiai Noor menjelaskan, program-program BAZNAS yang mendukung industri halal di antaranya program kurasi dan sertifikasi Halal UMK Mustahik binaan BAZNAS, pembentukan ekosistem pasar halal, dan kerja sama dengan berbagai pihak dalam percepatan sertifikasi halal.
Sebelumnya, penyerahan penghargaan tersebut diterima oleh Kepala LPEM BAZNAS RI Deden Kuswanda, di BSD Grand Boulevard, Kec. Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (27/9/2024).
"Kami sampaikan terima kasih atas kerja keras para pimpinan BAZNAS, Ibu-Bapak pimpinan BAZNAS, Pak Deputi, Para direktur dan Amilin amilat serta para muzaki dan mustahik BAZNAS atas diraihnya penghargaan ini," pungkas Kiai Noor.
IHYA digagas oleh Kementerian Perindustrian. Menjadi ajang apresiasi bagi institusi pemerintah, swasta, dan masyarakat yang berkontribusi terbaik dalam pemberdayaan dan pembangunan industri halal nasional. IHYA digelar pertama kali pada tahun 2021 yang menghasilkan 14 pemenang dari tujuh kategori serta satu penghargaan Best of The Best.
Pada penyelenggaraan di tahun 2022, berdasarkan Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia No.44 Tahun 2022 Tentang Penghargaan Industri Halal Indonesia terdapat delapan kategori utama, yaitu inovasi halal terbaik, program sosial kemasyarakatan terbaik, rantai pasok halal terbaik, serta industri kecil terbaik. Kemudian, penghargaan untuk kategori kawasan industri halal terbaik, ekspansi ekspor terbaik, program halal terbaik, serta dukungan finansial halal terbaik.
Editor: Imam Suhartadi
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






