Teknologi Digital Akan Dioptimalkan untuk Tingkatkan Penghimpunan ZIS selama Ramadan
JAKARTA, investor.id - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI akan mengoptimalkan pemanfataan teknologi digital melalui Kantor Digital BAZNAS untuk meningkatkan jumlah penghimpunan zakat, infak, sedekah (ZIS) selama bulan suci Ramadan 1447 H/2025 M mendatang.
Hal tersebut disampaikan oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec, Ph.D saat Pengajian bertema Digital Marketing dalam Mencapai Target Pengumpulan Ramadan yang diselenggarakan Pusdiklat BAZNAS RI di Jakarta. .
“Salah satu digital marketing yang kami siapkan adalah Kantor Digital BAZNAS yang akan kita optimalkan selama Ramadan, sebab perlu diketahui bahwa lebih dari 30 persen jumlah pengumpulan terjadi pada bulan Ramadan,” ujar Prof Nadra dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu ( 1 / 2 / 2025).
Diketahui, Baznas RI mengoptimalkan penggunaan teknologi digital untuk memudahkan para pemberi zakat atau muzaki menunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS)-nya, demi mencapai target pengumpulan dana ZIS 2025 sebesar Rp50 triliun.
Target pengumpulan dana ZIS Nasional pada tahun ini meningkat jika dibandingkan dengan 2024 dengan Rp41 triliun. Target tersebut ditingkatkan seiring dengan pemenuhan target pada tahun sebelumnya, serta demi mencapai potensi maksimal ZIS Indonesia yang mencapai Rp327 triliun.
Selama Ramadan, imbuh Prof Nadra, muzaki ingin memberikan sebagian hartanya dalam bentuk zakat, infak, dan sedekah sebagai bentuk amalan terbaik. Oleh karenanya, amil BAZNAS harus mempersiapkan diri secara maksimal menyambut bulan Ramadan.
“Untuk mencapai target pengumpulan, kami tentu akan melakukan komunikasi dengan BAZNAS Provinsi dan BAZNAS Kabupaten/Kota. Kami berharap teman-teman di daerah bisa proaktif agar pengumpulan di Ramadan tahun ini meningkat,” ucap Prof Nadra.
Sementara itu, Kepala Divisi Pengumpulan Digital BAZNAS RI, Fahrudin, S.Sos., M.M., menambahkan, BAZNAS RI menerapkan konsep integrated marketing communication atau komunikasi pemasaran terpadu melalui kampanye offline maupun online sebagai upaya meningkatkan jumlah pengumpulan.
“Karena saat ini zaman serba digital, maka tugas kita adalah menyediakan layanan yang kira-kira bisa memfasilitasi mereka yaitu sediakan offline-nya, sediakan online-nya, jangan setengah-setengah, agar memudahkan orang untuk dilayani,” katanya.
Editor: Imam Suhartadi
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






