Jumat, 15 Mei 2026

Ombudsman RI Temukan Indikasi Maladministrasi DKP Banten Soal Pagar Laut

Penulis : Roy Adriansyah
3 Feb 2025 | 19:59 WIB
BAGIKAN
Kepala Perwakilan Ombudsman Provinsi Banten Fadli Afriadi
Kepala Perwakilan Ombudsman Provinsi Banten Fadli Afriadi

JAKARTA, investor.id - Ombudsman RI menemukan adanya indikasi maladministrasi pengabaian kewajiban hukum oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Banten dalam kasus pagar laut. Pengabaian ini dengan tidak menindaklanjuti pengaduan mengenai pagar laut tak berizin.

Kepala Perwakilan Ombudsman Provinsi Banten Fadli Afriadi mengatakan, DKP Provinsi Banten membiarkan dan tidak menindaklanjut hingga menyelesaikan pengaduan dari masyarakat.

"Kami menyatakan bahwa memang ada maladministrasi. Kami mengapresiasi upaya yang sudah dilakukan oleh DKP saat mendapatkan laporan oleh masyarakat langsung melakukan kunjungan lapangan, melakukan penghentian saat panjangnya masih 10 km dan berkoordinasi dengan KKP,” tutur Fadli.

ADVERTISEMENT

Keberadaan pagar laut tersebut, menurut Fadli merupakan upaya untuk menguasai ruang laut.  Dengan begitu, Ombudsman memandang perlu ada tindak lanjut dari aparat penegak hukum (APH) untuk mengusut hal itu.

Sementara itu, Fadli mengungkapkan kerugian masyarakat imbas berdirinya pagar laut di perairan Tangerang, Banten sebesar Rp24 miliar, dari yang sebelumnya sebesar Rp 9 miliar.

Fadli mengatakan kerugian itu dihitung sejak Agustus 2024 hingga Januari 2025 dengan sebanyak hampir 4 ribu nelayan terdampak.

Sebelumnya, Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia Provinsi Banten telah melakukan serangkaian pemeriksaan dalam rangka Investigasi Atas Prakarsa Sendiri (IAPS) terhadap DKP Provinsi Banten.

"Kita menemukan indikasi dan semua dokumen tersebut sudah kita serahkan juga kepada teman-teman DKP dan KKP.  Tinggal ditindaklanjuti. Tentu mereka punya mekanisme sendiri,” imbuh Fadli.

Namun, Fadli menyatakan, tindak lanjut dari pemeriksaan tersebut bukan lagi berada di ranah Ombudsman.

“Indikasinya ada upaya pengajuan di wilayah pagar laut yang di overlay sangat mirip yang suratnya juga menyatakan akan membangun bangunan tradisional berupa cerucu. Itu kan sudah jelas di situ sehingga mereka tindak lanjuti saja,” pungkasnya.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 7 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 17 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 1 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia