Tantangan Besar Pengolahan Limbah Medis di Indonesia
JAKARTA, investor.id – Universal Eco mengatakan telah mengelola limbah medis sebanyak lebih dari 5.000 ton sepanjang 2024, yang berasal dari Fasilitas Pelayanan Kesehatan (fasyankes) di berbagai wilayah. Menurut CEO Universal Eco, Bobby Simon, pengelolaan limbah memegang peran penting dalam menjaga kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
Namun proses pengelolaannya masih belum optimal, karena banyak fasyankes yang belum dilengkapi dengan sistem pengolahan limbah yang memadai.
Dikatakan oleh Bobby, Indonesia masih dihadapkan pada tantangan besar dalam pengelolaan limbah medis dan farmasi. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan pada 2019, sekitar 290 ton limbah medis dihasilkan setiap hari dari 2.820 rumah sakit dan 9.884 puskesmas di seluruh Indonesia.
Sementara pemerintah terus menghimbau agar limbah medis dapat dikelola secara bertanggung jawab sesuai regulasi. Jika sektor fasyankes belum memiliki fasilitas pengolahan limbah sendiri, maka fasyankes diharuskan bekerja sama dengan pihak ketiga yang berizin.
Dalam proses pengelolaan limbah, Universal Eco – sebagai pihak ketiga – telah berkomitmen melalui solusi terpadu yang meliputi pengangkutan, pengolahan, pemusnahan dan pembuangan limbah medis sesuai peraturan yang berlaku dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
“Melalui teknologi insinerator ramah lingkungan, sifat bahaya dari limbah medis dapat diatasi sehingga mengurangi risiko lingkungan dan penularan penyakit,” kata Bobby.
Ia menambahkan bahwa Universal Eco, sejak 2020, telah aktif melakukan pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Saat ini cakupan wilayah pelayanan berada hingga di 21 provinsi di Indonesia, mulai dari Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan hingga Sulawesi.
Selain pengelolaannya yang sesuai standar, lanjut Bobby, Universal Eco dilengkapi dengan pelaporan alur limbah sehingga dapat menjadi mitra strategis bagi rumah sakit, puskesmas dan fasyankes lainnya. Di sisi lain, Universal Eco juga konsisten memberikan sosialisasi terkait pengelolaan limbah B3, khususnya limbah medis agar dapat diimplementasikan oleh para penghasil limbah.
“Pengelolaan limbah yang efisien memberikan dampak positif yang besar bagi kelangsungan hidup dan lingkungan. Selain itu, penerapan prosedur pengelolaan limbah yang baik mendukung fasyankes dalam mematuhi regulasi pemerintah, menghindari sanksi, serta menjaga citra institusi,” ujar dia.
Sebagai informasi, Universal Eco memberikan layanan pengelolaan limbah B3 berizin, salah satunya limbah medis yang berasal dari fasyankes seperti rumah sakit, puskesmas, klinik serta laboratorium kesehatan dan farmasi.
“Universal Eco adalah perusahaan pengelola limbah yang bertanggung jawab dan ramah lingkungan. Misi kami adalah membantu mewujudkan Indonesia bebas limbah dan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penerapan ekonomi sirkular bagi bisnis dan industri,” tutur Bobby.
Editor: Happy Amanda Amalia
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now



