Jumat, 15 Mei 2026

Wamendagri Ajak Kepala Daerah Perkuat Sinergi untuk Keluar dari Middle Income Trap

Penulis : Imam Suhartadi
9 Mei 2025 | 08:23 WIB
BAGIKAN
Wamendagri Bima Arya Sugiarto
Wamendagri Bima Arya Sugiarto

SURABAYA, investor.id - Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Bima Arya Sugiarto menegaskan perlunya sinkronisasi, sinergi serta akselerasi dalam visi misi kepala daerah. Melalui sinergi  pusat dan daerah,  dia berharap, cita-cita besar Presiden Prabowo Subianto untuk mengeluarkan Indonesia dari middle income dapat terwujud.

"Menjadi Walikota atau Wakil Walikota merupakan amanah, mari kita bersama berjuang untuk menjadikan Indonesia Emas pada tahun 2045," kata Bima dalam keterangannya, Jumat (9/5/2025).

Diketahui, untuk keluar dari middle income trap,  Indonesia perlu mencapai pertumbuhan ekonomi sekitar 6-7% per tahun dan meningkatkan pendapatan per kapita di atas US$ 4.465. Ini dapat dicapai melalui berbagai strategi, termasuk pembangunan infrastruktur, penyederhanaan regulasi, pengembangan SDM, inovasi teknologi, dan kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat.

ADVERTISEMENT

Bima memberikan apresiasi terhadap kegiatan Munas VII Apeksi yang digelar di Surabaya pada 6-10 Mei. Bima mengajak para kepala daerah untuk bersinergi dalam era baru.

Munas VII Apeksi dibuka langsung Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Bima Arya Sugiarto ditandai dengan pemukulan alat musik traditional tambur.  Turut Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, Walikota Surabaya, Eri Cahyadi serta 98 Walikota/Wakil Walikota se- Indonesia.

Menurutnya, pemerintah daerah harus memiliki rancangan yang baik sebelum bertindak. "Tenang, lihat perencanaan, lihat keuangan, diskusi dengan komunitas, dengan kampus, dengan forkopimda lalu bergerak secara bertahap dengan perencanaan yang matang dan komunikasi yang baik, " kata Bima. 

Dia menegaskan, dalam menyongsong Indonesia Emas 2045, pemerintah menargetkan agar Pemda, termasuk pemerintah kota, memiliki kapasitas fiskal yang kuat. Langkah ini dapat diwujudkan dengan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). "Kita kuatkan untuk bisa kita melompat ke atas lagi. Kapasitas fiskal daerah adalah tantangan utama kita," ujarnya.

Wamendagri Ajak Kepala Daerah Perkuat Sinergi untuk Keluar dari Middle Income Trap
Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara hadiri Munas APEKSI VII di Surabaya, kamis (8/5/2025)

Menurutnya, salah satu upaya menjaga ruang fiskal adalah dengan melakukan efisiensi anggaran. Sebab, langkah ini menekankan pada penggunaan anggaran yang lebih efektif dengan mengutamakan program-program strategis.

Di sisi lain, ia juga mengapresiasi peran Pemda dalam mengendalikan laju inflasi. Setiap minggu, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang melibatkan seluruh Pemda. Berkat upaya ini, inflasi Indonesia mampu terkendali. “Mari kita pertahankan, jangan pernah (inflasi) di atas 3,5 persen,” ujarnya.

Perkuat Kolaborasi

Walikota Surabaya, Eri Cahyadi, selaku Ketua Dewan Pengurus APEKSI  menyampaikan bahwa Munas VII APEKSI  mengambil tema "Dari Apeksi Untuk Negeri" yang digelar selama 6-10 Mei 2025. Adapun Munas Apeksi dirangkaikan dengan berbagai agenda seperti diskusi strategis, Indonesia City Expo, hingga kunjungan lapangan yang bertujuan memperkuat kolaborasi antar kota. 

“Ini akan menjadi ruang kolaborasi dan inovasi. Bersama kita sukseskan Munas APEKSI ke-VII untuk Indonesia,” ujar Eri Cahyadi.

Eri Cahyadi juga menekankan pentingnya Munas sebagai momentum untuk membahas isu strategis perkotaan, memperkuat tata kelola pemerintahan, serta merancang kebijakan yang berdampak langsung pada masyarakat.

Sementara itu, kehadiran Walikota Jaya Negara yang juga sebagai Wakil Ketua Bidang Informasi, Advokasi, dan Hukum APEKSI menandai komitmen aktif Kota Denpasar dalam memperkuat peran strategis APEKSI di tingkat nasional.

Pada kesempatan tersebut, Walikota Jaya Negara menegaskan urgensi sinergi antar pemerintah kota dalam menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks, terutama di sektor perkotaan.

“APEKSI merupakan wadah strategis dalam memperkuat posisi pemerintah kota dalam pengambilan kebijakan nasional. Dengan semangat kolaborasi, kita dapat merumuskan solusi atas persoalan perkotaan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik yang inovatif dan berkelanjutan,” ujar Jaya Negara.

Lebih lanjut, Jaya Negara menyampaikan komitmen Kota Denpasar untuk terus berperan aktif dalam mendukung program-program strategis APEKSI. Munas VII APEKSI diharapkan menjadi ruang perumusan arah organisasi ke depan, memperkuat jejaring antar kota, serta menjadi ruang dialog yang berdampak pada pemerintahan kota dan masyarakat pada umumnya.

Editor: Imam Suhartadi

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 26 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 58 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 1 jam yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia