Deflasi Indonesia akan Dipicu Harga Pangan Pasca Ramadan
JAKARTA, investor.id – Kepala Ekonom Bank Permata Josua memperkirakan pada Mei 2025 akan terjadi deflasi 0,27%. Deflasi terjadi karena terjadi normalisasi harga pangan pasca Ramadan dan Lebaran.
“Penurunan harga ini terutama didorong oleh normalisasi harga pangan pasca-Idulfitri, termasuk penurunan harga komoditas volatile seperti cabai merah dan cabai rawit,” papar Josua, Jumat (30/5/2025).
Di luar kelompok pangan bergejolak, harga yang diatur pemerintah (administered prices) juga mengalami deflasi, meskipun tidak sedalam kelompok pangan. Hal ini disebabkan oleh turunnya harga BBM non-subsidi akibat pelemahan harga minyak global pada April 2025 serta penurunan tarif angkutan udara menyusul berakhirnya lonjakan permintaan saat Lebaran.
Josua mengatakan pada Mei 2025 inflasi tahunan diperkirakan melandai jadi 1,7% di Mei 2025. Angka ini lebih rendah dari inflasi tahunan bulan sebelumnya yang sebesar 1,95% . Inflasi inti diproyeksikan turun tipis ke 2,43% secara tahunan dari 2,48% di bulan sebelummnya. Kondisi tersebut seiring dengan turunnya harga emas domestik dan penguatan nilai tukar rupiah di tengah meredanya tensi dagang global. Bila proyeksi ini terealisasi, maka tren penurunan inflasi tetap konsisten dengan tekanan harga yang rendah di semester I-2025.
“Secara kumulatif, inflasi sejak awal tahun hingga Mei diperkirakan baru mencapai 1,29% year to date, relatif rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” terang Josua.
Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan data terkait inflasi dalam konferensi pers pada Senin (2/6/2025). Hal ini akan diumumkan bersama indikator lainnya yaitu indeks harga perdagangan besar Mei 2025; perkembangan nilai tukar petani dan harga produsen gabah Mei 2025; perkembangan pariwisata nasional April 2025; perkembangan transportasi nasional April 2025; luas panen dan produksi padi di Indonesia; luas panen dan produksi jagung di Indonesia; dan perkembangan ekspor dan impor Indonesia April 2025.
Secara terpisah Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro memperkirakan pada Mei 2025 ini terjadi deflasi sebesar 0,18% secara bulanan. Jika dilihat secara tahunan, akan terjadi inflasi sebesar 1,8% pada Mei 2025. Angka ini lebih rendah dari inflasi tahunan pada April 2025 yang sebesar 1,95%. Sedangkan inflasi inti diperkirakan tetap stabil di sekitar 2,5% per tahun, mencerminkan inflasi dasar yang terkendali di tengah permintaan domestik yang moderat.
“Kami memperkirakan indeks harga konsumen Indonesia akan mencatat deflasi bulanan sebesar -0,18% per bulan pada Mei 2025, didorong oleh penurunan harga pangan, khususnya cabai, akibat melimpahnya pasokan setelah musim panen dan normalisasi harga pasca-Idulfitri di seluruh komoditas pangan yang bergejolak,” tutur Andry.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

